JawaTengah.Online — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) Gelontorkan bantuan sebesar 551 juta kepada korban gempa bumi Sumatera Barat. Gempa tersebut, terjadi di Pasaman dan Pasaman Barat pada Jumat (25/2/2022) kemarin.
Hal tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Jateng, Sumarno, Selasa(1/3/2022). Ia mengatakan, bantuan tersebut antaranya berupa barang dan uang.
“Ini bantuan dari teman-teman provinsi jawa tengah untuk korban gempa di sumatra barat ini memang yang jadi korban di Kabupaten pasaman barat dan di Kabupateng Pasaman,”Kata Sumarno
Sebelum memberikan bantuan, Sekda Jateng mengaku sudah berkomunikasi kepada Sumatera Barat untuk mengetahui apa yang perlu dibutuhkan oleh korban di sana.
“Kalau bentuknya ada yang berupa barang, ada berupa uang. Kalau barang ini dari kemarin dari teman-teman dari BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sudah komunikasi dengan sana apa saja yang dibutuhkan karena kita pingin barang yang kita kirimkan bisa buat bermanfaat dan komunikasinya lebih banyak untuk kebutuhan makanan,” terang Sekda Jateng itu.
Setelah melakukan komunikasi dengan Pemprov Sumatera Barat, lanjut Sumarno, bahwa kebutuhan yang paling dibutuhkan yakni bahan makan.
“Sehingga yang dikirimkan makanan seperti beras dan lauk pauk seperti sarden dan sebagainya, karena informasinya dari sana agak kesulitan makanan,” lanjut dia.
Untuk bantuan, Pemprov Jateng tidak hanya berupa bahan makanan saja. Pihaknya juga sudah menyiapkan bantuan berupa uang tunai.
“Total 551 juta bentuknya barang dan yang masih uang tunai 200 juta. Dibagi dua, untuk Kabupaten Pasaman Barat 100 juta, di Kabupaten Pasaman 100 juta. Sedangkan barang ke provinsi dulu, kita juga koordinasi dengan BPBD Provinsi Sumatera Barat,” ujar dia.
Dengan adanya bantuan ini, Sekda Pemprov Jateng berharap bisa bermanfaat untuk membantu korban bencana yang berada di sana.
“Bicara soal nilai, mudah-mudahan nilainya tidak menjadi ukuran tapi bentuk kepedulian temen-temen provinsi Jawa Tengah untuk saudara-saudara kita di Sumatra Barat,” pungkas dia.
Kesempatan sama, terkait pengiriman, Khalahar BPBD Provinsi Jawa Tengah, Bergas Catur Sasipenanggunan menambahkan, pengiriman dilakukan melalui jalur darat setelah adanya diskusi dengan pemerintah setempat.
“Pilihan jalur darat untuk mempercepat, karena hasil komunikasi kami dengan penjabat Kabupaten Pasaman Barat, dan kabupaten Pasaman harapannya bisa sampai di sana maka pilihannya kita antar sendiri melalui jalur darat agar cepat, melihat keefektifan dan pembiayaan pastinya,” imbuh Catur. (Wan/JT02)
