JawaTengah.Online — Pengamat ekonomi dari Universitas Sugijapranata Semarang, Prof. Dr. Andreas Lako, SE, M.Si, memprediksi perekonomian Jawa Tengah tahun 2022 akan tumbuh dan membaik, ini berdasarkan kinerja ekonomi tahun 2021. Yang harus dijaga adalah stabilitas politik, ekonomi, termasuk kesehatan. Hanya yang menjadi catatan, walaupun perekonomian membaik, namun dampaknya untuk menurunkan pengangguran dan kemiskinan masih belum berarti. Juga pengaruh dari belanja stimulan baik dari belanja pemerintah provinsi, maupun kabupaten/kota sangat kecil.
Dalam wawancara di kanal Inspirasi Jawa Tengah, Prof Andreas mengatakan, per September 2021 ekonomi Jawa Tengah sedikit demi sedikit telah kembali pulih dengan tumbuh 2,44%. Padahal sebelumnya pada tahun 2020 lalu perekonomian Jawa Tengah sempat minus 2.6 % dari yang sebelumnya 5.4 %, akibat pandemi.
“Sektor usaha di Jawa Tengah masih minus 0,11 – 1 %, tetapi sektor yang lain telah tumbuh kembali seperti perdagangan, konstruksi dan lain sebagainya .” ujarnya.

Recovery
Menurut Prof Andreas, di beberapa daerah di Jateng seperti Brebes, Purbalingga, Kebumen pertumbuhan ekonominya sudah cukup bagus, namun masih terdapat beberapa masalah termasuk pengangguran dan kemiskinan. Di beberapa daerah di Jawa Barat dan Jawa Timurpun juga sama. Pertumbuhan ekonomi yang bagus tidak selalu sejalan dengan kesejahteraan rakyatnya.
Pada tahun 2020 saat penerapan PPKM Level 3 dan 4, perekonomian di Jawa Tengah pelan-pelan mulai pulih kembali, meskipun tidak seperti tahun 2019.
Untuk keseluruhan dampaknya cukup baik untuk masyarakat, tapi masih belum bisa berdampak signifikan pada penurunan tingkat pengangguran.
“Perekonomiannya tetap tumbuh, tapi dampak terhadap penurunan tingkat pengangguran masih belum ada.” pungkasnya.
Selengkapnya bisa ditonton di video….
