JawaTengah.Online – Luas panen padi pada 2021 mencapai sekitar 1,70 juta hektar, mengalami kenaikan sebanyak 29,78 ribu hektar atau 1,79 persen dibandingkan 2020 yang sebesar 1,67 juta hektar. Hal ini membuat Jawa Tengah berhasil menyumbang produksi sebesar 9,62 juta ton Gabah Kering Giling (GKG).


Hal itu disampaikan Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Tengah, Adhi Wiriana. Ia mengatakan, jika GKG tersebut dikonversikan menjadi beras, maka produksi beras pada 2021 mencapai 5,53 juta ton.

“Mengalami kenaikan sebanyak 74,47 ribu ton atau 1,36 persen dibandingkan produksi beras di 2020 yang sebesar 5,46 juta ton,” kata Wiriana.


Wiriana juga mengungkapkan, ada tiga kabupaten atau kota dengan total produksi padi (GKG) tertinggi pada 2021. Yakni Kabupaten Grobogan, Kabupaten Sragen, dan Kabupaten Cilacap.

“Sementara itu, tiga kabupaten atau kota dengan produksi padi terendah ialah Kota Surakarta, Kota Magelang, dan Kota Tegal,” kata dia.

Sedangkan penurunan produksi padi yang cukup besar pada 2021, lanjut Wiriana, terjadi di beberapa wilayah potensi penghasil padi. Yaitu Kabupaten Cilacap, Kabupaten Pati dan Kabupaten Semarang.

“Kemudian beberapa kabupaten atau kota mengalami peningkatan produksi padi yang relatif besar. Misalnya Kabupaten Rembang, Kabupaten Boyolali dan Kabupaten Wonogiri,” lanjut dia.

Lebih jauh, BPS Provinsi Jawa Tengah memperkirakan pada awal tahun 2022 produksi beras sebanyak 0,217 juta ton. Yakni dengan potensi produksi beras sepanjang Februari hingga April 2022 yaitu sebesar 2,417 juta ton.

Dengan demikian, BPS Provinsi Jawa Tengah menyebut potensi produksi beras pada Subround Januari-April 2022 diperkirakan mencapai 2,634 juta ton beras atau mengalami kenaikan sebesar 13,42 ribu ton (0,51 persen). Angka tersebut berdasarkan perbandingan dengan produksi beras pada Januari-April 2021 yang sebesar 2,620 juta ton.

Sementara itu, luas panen padi pada Januari 2022 mencapai 0,063 juta hektar dan potensi panen sepanjang Februari hingga April 2022 diperkirakan seluas 0,718 juta hektar. Sedangkan total luas panen padi pada Januari hingga April 2022 diperkirakan mencapai 0,781 juta hektar atau mengalami kenaikan sekitar 3,40 ribu hektar (0,44 persen).


“Kenaikan tersebut dibandingkan luas panen padi pada Januari-April 2021 yang hanya sebesar 0,778 juta hektar,” tutup dia. (Wan/JT02)