JawaTengah.Online — Menuju Indonesia Emas 2045, Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengajak untuk memperhatikan bonus demografi yang akan dialami Indonesia tahun 2030-2045. “Tantangannya apa dengan bonus demografi? Kita akan membutuhkan ruang, pangan dan energi yang lebih, “katanya saat Seminar iadi pembicara seminar Mimpi Tokoh Muda untuk Indonesia Emas 2045, yang diselenggarakan pengurus pusat PWI di Jakarta, 16 Oktober 2019.

Kebutuhan ruang terutama untuk pemukiman, Ganjar melihat perlu perubahan kultur dari rumah tinggal tapak menjadi vertikal, alias tinggal di apartemen. Sejak tahun 2015, penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan (53,3%) sudah lebih banyak daripada yang di pedesaan. Dan jumlah ini akan terus meningkat sampai tahun 2045. BPS memprediksi tahun 2035, penduduk Indonesia yang tinggal di perkotaan sebesar 66,6% dari total populasi.

“Karena itu membangun perumahan vertikal menjadi solusi, sekaligus mengurangi alih fungsi lahan pertanian menjadi pemukiman,” katanya.

Untuk masalah pangan, Ganjar menekankan perlunya bioteknologi untuk mendapatkan sumber pangan yang memadai dan tidak merusak lingkungan. Sementara untuk energi, semakin mendesak untuk mengembangkan renewable energy atau energi terbarukan.

“Kita tidak bisa mengandalkan energi fosil terus. Jika terus pada energi fosil, mari kita kiamat bareng-bareng,”tambahnya.

Belum Tercapai

Untuk pembangunan Jawa Tengah, Ganjar mengakui ada beberapa hal yang belum tercapai jika dipakai parameter Sustainable Development Goals (SDGs). Seperti pada goal pertama Tanpa Kemiskinan, data di Jawa Tengah tahun 2018 masih ada sekitar 11,19% penduduk miskin. Lalu ketersediaan air bersih (goal 6), Jawa Tengah baru memenuhi 80,98% untuk perkotaan dan 72,80% untuk pedesaan. Pada goal 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi, Jawa Tengah pada tahun 2018 bertumbuh 5,32%.

“Sementara target sesuai arahan presiden untuk Jawa Tengah bisa 7% pertumbuhan ekonominya”, katanya.

Di sisi lain, ada goal-goal SDGs di Jawa Tengah yang hampir tercapai, seperti Pendidikan Berkualitas (goal 4), ketersediaan SMP sudah 99,80% SMA 83%. Goal ke -7 tentang Energi Bersih dan Terjangkau pada tahun 2018 tercapai 98,52%. Ini modal baik bagi Jawa Tengah untuk mencapai kesejahteraan bersama.

“Mimpi saya sederhana, masyarakatnya bahagia,”ujar Ganjar.

Kebahagiaan itu dapat tercapai bila goal-goal dalam SDGs tercapai. Tidak kelaparan, mempunyai hunian layak, mempunyai pekerjaan, lingkungan hidup sehat, kehidupan sosial erat.

“Masyarakat bahagia itu mudah indikatornya, yaitu jarinya tidak marah-marah di medsos, “kata Ganjar sambil tersenyum.

Gubernur Jateng ini juga mempunyai resep jitu atau quick win agar target-target tersebut tercapai.

Panggil Diaspora

“Betapa hebatnya orang-orang Indonesia di luar negeri. Diaspora Indonesia, panggil mereka kembali , beri insentif khusus. Mereka yang melakukan inovasi, misal mengerjakan baterei yang tahan lama, pembangkit tenaga surya, dan lain lain, “usul Ganjar.

Dengan diaspora Indonesia ini , Ganjar optimis Indonesia dapat melakukan lompatan dan percepatan untuk mencapai Indonesia Emas 2045.

Ganjar kemudian mengajak semua komponen bangsa untuk optimis dan membangun Indonesia.

“Mari kita bicara menatap ke depan, jangan berbalik ke belakang. Gunakan narasi baik, jaga perasaan kawan, nilai-nilai perbedaan itu kita pelihara. Jangan dibentur-benturkan. Karena energi kita akan habis sama sekali dan itu akan merusak. Mari kita lihat Hongkong, kita lihat Suriah, Afghanistan mereka tidak pernah selesai. Dan kita tidak mau itu terjadi di Indonesia,”pesan penutup Ganjar Pranowo. (*/02)