JawaTengah.Online – Harga daging ayam di Jawa Tengah mulai merangkak naik sejak beberapa pekan terahir. Bahkan, sejumlah pedagang memprediksi kenaikan tersebut akan terus berlangsung hingga bulan Ramadhan.
Salah satu penjagal ayam di pasar Sampangan, Kota Semarang, Indah (33) mengatakan, meski kenaikan harga ayam tidak terlalu tinggi. Namun kenaikan tersebut tejadi secara konsisten atau terus menerus.
“Pas awal bulan (Maret), masih 30 ribu. Sekarang sudah 32 ribu. Jadi naiknya ngak terlalu tinggi. Cuma ya itu, terusan,” kata Indah.
Sampai saat ini, Indah mengaku kenaikan yang terjadi belum sampai mempengaruhi penjualannya. Kendati demikian, ia tetap khawatir karena puncak kenaikan daging ayam sering terjadi saat tiga hari sebelum memasuki Ramadhan.
“Sekarang belum terlalu berpengaruh. Nggak tau kalau nanti ke depannya. Cuma ya itu, naiknya terusan antara 1,000 sampai 1,500. Biasanya puncaknya Ramadhan,” ungkap Indah.
Sedangkan di pasar Kendal, Kabupaten Kendal, Kuat (35) menambahkan, harga daging ayam potong kendal mengalami kenaikan dari sebelumnya 33 ribu menjadi 34 ribu. Meskipun kenaikan belum signifikan, namun ia juga menilai puncaknya saat menjelang Ramadhan.
“Pastinya kurang tau. Tapi setahu saya ya karena menjelang puasa. Harapannya pemerintah bisa menstabilkan pas mendekati Ramadan nanti. Soalnya itu biasanya puncaknya,” imbuh Kuat.
Untuk harga daging ayam merah sendiri, lanjut Kuat, naik menjadi 55 ribu dari yang sebelumnya hanya 50 ribu. Untuk ayam kampung diketahui masih stabil kisaran 65 ribu per ekor.
Pedagang di Kabupaten Salatiga, Rahmatun (24) menyampaikan, kenaikan mulai terjadi di beberapa pasar Salatiga. Untuk saat ini, diketahui harga daging ayam wilayah Salatiga berkisar antara 32 sampai 34 ribu.
Meski kenaikan-kenaikan di beberapa wilayah belum terlalu signifikan, namun hal itu tetep mempengaruhi masyarakat yang ingin membeli daging ayam. Pasalnya, mereka harus mengurangi jumlah pembelian dari biasanya.
“Ayam ada kenaikan, ini aja belinya agak dikit tak kurangi dari biasanya. Biasanya saya beli 3 kilo, tapi sekarang mahal, jadi sekarang belinya ya cuma 1,5 kilo,” pungkas Umi Yeti (45), salah satu pembeli ayam potong.
Menyikapi adanya kenaikan pada sejumlah wilayah di Jawa Tengah yang diprediksi puncaknya menjelang Ramadhan itu, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah sudah menyiapkan langkah antisipasi. Yakni melalukan pemantauan intensif saat menjelang puasa.
“Pemantauan sudah dimulai, termasuk rapat-rapat dengan TPID (Tim Pengendali Inflasi Derah) untuk pemantauan menjelang puasa,” terang Kepala Disperindag Provinsi Jawa Tengah, Arif Sambodo.
Selain itu, Sambodo juga mengaku kenaikan yang terjadi pada sejumlah daerah masih stabil dan cenderung akan aman. Sehingga, pihaknya menghimbau kepada masyarakat untuk tidak panik atau sampai melakukan panic buying (belanja berlebihan).
“Daging relatif stabil di Jawa Tengah. Kalau permintaannya tidak terlalu tinggi. Jadi imbauan kepada masyarakat tidak perlu belanja berlebih. Kalau mulai borong-booong sekarang terus numpuk, kalau nanti ada pantauan dari satgas (satuan tugas) pangan, kalau ada barang banyak bisa kena sanksi sebagai penimbun,” tutup Sambodo. (Wan/JT02)
