JawaTengah.Online – Penghapusan syarat berupa hasil tes negatif Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan antigen bagi pelaku perjalanan domestik benar-benar membuat sektor otomotif bernafas lega. Pasalnya, sejak diberlakukan kebijakan tersebut, penjualan dan peroperasian bus melonjak hingga 30 persen.
Hal itu disampaikan Marcomm dan HOYU Manager Dealer DUTAHINO Semarang, Irene Shinta D, melalui sambungan telepon, Senin (14/3/2022). Ia mengatakan, pelonggaran aturan tersebut memberi dampak signifikan bagi sektor otomotif.
“Ada kenaikan pembelian dan operasional bus, terlihat sejak awal tahun 2022 ini. Kemudian, sejak kelonggaran aturan perjalanan itu, jadi meningkat juga. Kalau di representasikan memang belum sampe 50 persen. Tapi meningkat 20 sampai 30 persen,” kata Irene, sapaan akrabnya.
Peningkatan itu, jelas Irene, karena customer bus didominasi dari sektor wisata. Sehingga, adanya bebas tes negatif bagi pelaku perjalanan domestik, benar-benar menggenjot pariwisata yang selaras dengan pengoperasian bus.
“Jadi ini sangat menguntungkan bagi kami. Karena pemilik bus dan penjualan bisa bergerak lagi bisnisnya. Kemudian membeli bus lagi untuk msnjalankan lagi (bisnisnya),” jelas dia.
Sedangkan pada dua tahun sebelumnya, lanjut Irene, sektor otomotif bus benar-benar terpuruk. Sebab, ia mengungkapkan sama sekali tidak ada penjualan.
“Dua tahun kemarin parah sih untuk bisnis bis. Benar-benar tidak ada penjualan alias nol,” lanjut dia.
Saat ditanya mengenai kondisi saat ini apakah sudah memungkinkan untuk mencapai target penjualan tahun 2022, Irene optimis hal tersebut bisa dicapai. Asalkan tidak ada pengetatan kembali pada sektor perjalanan yang dapat mempengaruhi kondisi operasional bus.
“Bicara target, asalkan tidak ada kebijakan PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) lagi, kami optimis bisa mencapai target. Meski target yang kita tetapkan juga belum normal seperti tahun 2019, tapi paling tidak kami sudah menetapkan 50 persen dari penjualan normal. Sedikit demi sedikit, harapan kami semoga bisa bangkit dan dan bergeliat kembali ekonominya,” tutup dia. (Wan/JT02)
