JawaTengah.Online – Kebun binatang Semarang atau Semarang Zoo alami lonjakan wisatawan dari luar kota hingga 10 persen. Lonjakan pengungjung itu, mulai dirasa sejak penerapan Penghapusan syarat berupa hasil tes negatif Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan antigen bagi pelaku perjalanan domestik.
Hal itu disampaikan Direktur Semarang Zoo, Khoirul Awaludin, melalui sambungan telepon, Selasa (15/3/2022). Ia mengatakan, meski belum genap sepekan penerapan aturan tersebut, namun dampak yang dirasakan cukup signifikan.
“Memang ada lonjakan pengunjung dan rata-rata dari luar kota juga. Jika berjalan lancar, kita optimis bisa kembali normal,” kata Awaludin, sapaan akrabnya.
Awaludin memaparkan, selain kenaikan wisatawan, beberapa hari lalu pengunjung juga didominasi kalangan luar kota. Bahkan, tidak jarang dari luar Provinsi turut berkunjung usai penerapan aturan tersebut.
“Jadi perlahan sudah mulai naik ini (kunjungan). Dari yang biasanya rara-rata lokal ini mulai dari luar kota. Kemudian ada juga dari Jawa Barat dan dari Kalimantan juga,” papar dia.
Selain itu, saat ditanya mengenai skema Semarang Zoo dalam menyambut libur lebaran tahun 2022, pihaknya tetap akan membatasi jumlah pengunjung. Sebab, Awaludin menyebut Kota Semarang masih pada level Pembatasan Pemberlakuan Kegiatan Masyarata (PPKM) Level 3.
“Kalau untuk libur lebaran nanti, kami tetap akan batasi. Mengingat Semarang level 3. Pembatasan itu nantinya sesuai aturan Pak Wali Kota. Kemudian kita akan melakukan pengetatan juga, karena kita tidak mau dengan adanya lampu hijau terkait libur Lebaran nanti malah terjadi ledakan (Covid-19). Jadi kita akan antisipasi, soalnya kan kalau tutup lagi kita sendiri yang repot,” pungkas dia.
Sedangkan pada tahun ini, Semarang Zoo sedang fokus pada promosi dan pembenahan bangunan. Hal itu untuk menarik para wisatawan dari manca negara.
Lebih lanjut, Awaludin juga menyiapkan Animal Show yang akan dimulai percobaan pada Lebaran tahun 2022 ini. Pertunjukan itu, nantinya akan nemperlihatkan interaksi yang sekilas seperti sirkus namun lebih cenderung ke edukasi.
“Jadi ini (animal swow) itu lebih kepada edukasi satwa terhadap pengunjung. Atau interaksi yang hampir kaya sirkus tapi lebih kepada pendidikan. Konsep itu dipilih karena target kita edukasi show, kita akan memberikan pengetahuan di sana (Semarang Zoo). Kita sudah buat gedung, sudah jalan dan tinggal perkembangan saja,” tutup dia. (Wan/JT02)
