SEMARANG, JawaTengah.online – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mendukung langkah Komisi Penyiaran Indonesia Daerah (KPID) Jateng yang akan mencabut izin tujuh radio di provinsi ini. Dukungan itu disampaikannya dalam audisensi dengan para komisioner KPID Jawa Tengah di ruang kerjanya, Senin (20/1).

Ketujuh lembaga penyiaran yang dimaksud adalah PT Radio Maliu Meheswara Kencana / Maliu FM (Banjarnegara), PT Radio Ksatria Indonesia Ing Ngalaga / Banjar Radio FM (Banjarnegara), PT Radio Suara Banjar Peduli / Banjar FM (Banjarnegara), PT Radio Van Java (Batang), IPP Radio Mix FM (Rembang), Radio Idola (Banyumas), dan Pesona Klawing (Purbalingga).

KPID Jawa Tengah merekomendasi pencabutan izin tersebut kepada Kementerian Komunikasi dan Informasi (Kominfo), karena para penyelenggaranya tidak pernah melakukan siaran selama lebih dari tiga bulan.

Tiga radio di Banjarnegara dan satu di Batang direkomendasikan paling awal, yakni pada tanggal 20 November 2019. Namun hingga kini belum ada respon dari Kementerian Kominfo.

Rekomendasi pencabutan juga dikeluarkan KPID kepada Radio Idola dan Pasar Klawing (26/12/2019) serta Radio Fix FM (14/1/2020).

“Untuk Mix FM, Idola, dan Pesona Klawing, surat rekomendasi ke Menkominfo disepakati akan dibawa langsung ke Jakarta, dalam pertemuan yang difasilitasi KPI Pusat,” ungkap Isdiyanto, koordinator Bidang Kelembagaan KPID Jawa Tengah.

Hal ini dilakukan karena surat rekomendasi KPID kepada Menkominfo tertanggal 20 November 2019 hingga 14 Januari 2020 belum direspon. Dikhawatirkan surat itu tidak sampai ke meja menteri, dan dimungkinkan ada yang sengaja “bermain”.

Menyikapi masalah tersebut, Gubernur Ganjar Pranowo memberi respons positif terhadap langkah-langkah yang dilakukan KPID Jateng. Dia mendukung sikap tegas KPID Jateng yang ingin menguatkan marwah penyiaran di Jawa Tengah.

“Saya merespons langkah KPID, karena muaranya untuk menguatkan marwah penyiaran. Saya salut jika KPID tegas dan berani dalam menegakkan regulasi penyiaran. Harapannya, dunia penyiaran bisa berjalan optimal dalam memberikan pencerahan dan pemberdayaan kepada publik,” tegas Ganjar Pranowo.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat menerima komisioner KPID Jawa Tengah di ruang kerjanya, Senin (20/1). | Foto: KPID Jateng

Gubernur meminta KPID Jateng mampu membangun kreasi dan inovasi siaran kepada radio-radio yang mampu menginspirasi masyarakat untuk mendengarkan radio, terutama kalangan milenial. Muaranya agar radio di era digital tidak redup apalagi mati.

 “Saya pun siap menginspirasi. Misalnya diwawancarai kawan-kawan radio tentang apa saja untuk disiarkan bersama. Ini penting untuk pencerahan dan pemberdayaan publik,” katanya.

Dalam audiensi tersebut, Wakil Ketua KPID Asep Cuwantoro MSi menyerahkan buku laporan kinerja KPID Jawa Tengah periode 2017-2020. Masa bakti KPID Jateng yang akan berakhir 7 Februari 2020.

“Jika komisioner baru belum terbentuk hingga 7 Februari, akan diambil kebijakan memperpanjang masa bakti komisioner lama hingga terbentuk komisioner baru. Gubernur meminta komisioner KPID terus meningkatkan kinerja dengan merespons berbagai tantangan dunia penyiaran,” ujar Ganjar Pranowo. (JT Online)