JawaTengah.Online – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) mendukung baik berjalanya pemberlakuan penghapusan syarat berupa hasil tes negatif Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan antigen bagi pelaku perjalanan domestik selama dua pekan  ini. Sebab, kebijakan tersebut benar-benar menjadi salah satu upaya pemerintah untuk bisa pulihakan ekonomi pasca pandemi Covid-19.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi E DPRD Jateng , Abdul Hamid. Ia mengatakan, pengambilan kebijakan tersebut sudah dipertimbangkan dengan beberapa aspek. Salah satunya dengan angka kasus yang melandai.

“Artinya sudah mempertimbangkan dari aspek perkembangan Covid 19 di Indonesia, terakhir dengan varian omicron memang efek tidak begitu resiko dan situsi pandemi sudah mulai mereda Sehigga bagaimana perekonomian bisa tumbuh kembali dari transportasi, pusat sentral perdagangan terus sentral pendidikan ataupun yang lainnya,” kata Ketua Bidang Kesejahteraan Rakyat itu.

Meskipun sudah mulai dilonggarkan, lanjut Hamid, masyarakat tetap dihimbau untuk tetap memperketat protokol kesehatan (prokes). Ia juga berharap, dengan adanya kesadaran masyarakat terkait pentingnya prokes, bisa menjadi budaya yang melekat kepada masyarakat.

“Harapannya ini bisa menjadi budaya masyarakat atas pentingnya protokol kesehatan,” pungkas dia.

Senada, Anggota Komisi E DPRD Jateng, Joko Hariyanto menambahkan, kebijakan tersebut adalah kebijakan yang baik untuk masyarakat. Ia menilai pemerintah bisa lebih fokus untuk memulihkan perekonomian saat ini.

“Dengan adanya kebijakan ini, pemerintah fokus agar perekonomian cepat berputar. pembangunan tetap jalan karena kalau kita terlalu takut dengan Covid 19 tentunya akan mempengaruhi aktivitas masyarakat untuk bergerak,” imbuh Joko

Lebih lanjut, adanya kebijakan tersebut, Joko meminta masyarakat untuk lebih bisa bersyukur. Menginggat di luar negeri sudah melakukan kelonggaran atas pandemi covid 19.

“Ini tentunya harus disyukuri oleh masyarakat,kebijakan ini termasuk yang bagus, perlu harus kita dukung tentunya agar pergerakan ekonomi, perputaran ekonomi tetap cepat berjalan. Karena sesungguhnya negara-negara lain sudah lebih dahulu. bebas masker tanpa PCR kecuali ke luar negeri,” tutup dia. (Wan/JT02)