JawaTengah.online – Prodi Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Diponegoro melalui KBK Media, Budaya dan Gender Prodi Ilmu Komunikasi sukses menyelenggarakan University Global Classroom (UGC) pada Senin (25/5) secara daring. Mengusung tema “Communicating Across Cultures and Religions for Social Change”, kegiatan ini menghadirkan Jonathan Davis Smith, Ph.D., Visiting Research Fellow dari University of Leeds, Inggris dan diikuti oleh mahasiswa program S1 dan S2 Ilmu Komunikasi FISIP Undip.
Ketua KBK Media, Budaya dan Gender sekaligus ketua panitia, Dr. Hapsari Dwiningtyas Sulistyani menjelaskan bahwa penyelenggaraan University Global Classroom merupakan salah satu bentuk nyata internasionalisasi pendidikan yang terus dikembangkan oleh Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undip. “University Global Classroom kami selenggarakan sebagai ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan akademisi internasional, sehingga mereka dapat memperoleh perspektif baru mengenai isu komunikasi global,” ujar Dr. Hapsari Dwiningtyas Sulistyani.
Diskusi dipandu oleh Dr. Lintang Ratri Rahmiaji, dosen Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undip sekaligus anggota KBK Media, Budaya dan Gender. Suasana diskusi berlangsung dinamis dengan partisipasi aktif mahasiswa yang mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penerapan komunikasi lintas budaya dalam berbagai konteks sosial kontemporer.
Dalam pemaparannya, Jonathan Davis Smith, Ph.D. menekankan bahwa komunikasi memiliki peran penting dalam membangun pemahaman, empati dan kolaborasi di tengah Masyarakat yang semakin beragam. Ia menjelaskan bahwa komunikasi yang mampu menghargai perbedaan budaya dan agama dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mendorong perubahan sosial yang lebih inklusif.
Melalui kegiatan ini, Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undip kembali menegaskan komitmennya untuk menghadirkan Pendidikan berstandar internasional yang mampu mempertemukan perspektif global dengan realitas lokal. Kegiatan ini diharapkan menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi komunikasi yang adaptif, kritis, dan berbawasan global, sekaligus memperkuat posisi Prodi sebagai institusi yang aktif membangun kolaborasi akademik di tingkat internasional.
