JawaTengah.Online – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah meminta masyarakat untuk tetap taat menjaga protokol kesehatan (prokes) selama bulan Ramadan. Termasuk saat menjalankan ibadah salat tarawih berjamaah.
Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, meski masyarakat merindukan Ramadan, namun prokes tidak boleh terlupakan. Yakni memakai masker dan tetap menjaga jarak. Lebih lanjut, ketaatan menjaga prokes tersebut, jelas Ganjar, dapat meminimalkan potensi penularan Covid-19. Kemudian dibarengi dengan upaya pemerintah untuk menggenjot vaksinasi dan vaksin booster. Sehingga, pihaknya berharap ketaatan prokes masyarakat bisa berlangsung selama bulan Ramadan hingga nanti menghadapi arus mudik dan lebaran 2022.
“Kami akan pantau dan menghitung nanti sampai mudik, termasuk arusnya dan sekarang sudah kami siapkan. Kita siap antisipasi. Untuk masyarakat tetap jaga prokes, itu saja dan selamat menjalankan ibadah puasa,” kata Ganjar, sapaan akrabnya.
Terkait arus mudik yang sudah tidak ada penyekatan, lanjut Ganjar, persiapan sudah dilakukan sejak dini. Koordinasi dengan kepolisian dan Kementerian Perhubungan (Kemenhub) terus dijalin. Hal ini untuk menentukan skenario-skenario menghadapi arus mudik di mana hasil riset Kemenhub diperkirakan akan ada 900.000 kendaraan bermotor pemudik.
Selain koordinasi dengan kepolisian dan Kemenhub, Ganjar juga berkoordinasi dengan daerah atau titik-titik keberangkatan pemudik. Misalnya Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Timur. Selain meminta masyarakat taat prokes, Ganjar juga berupaya menjaga kebutuhan bahan pokok. Pantauan harga dan ketersediaan kebutuhan bahan pokok di Jawa Tengah terus dilakukan. Sebab saat Ramadan ada beberapa bahan pokok yang cenderung naik.
“Misalnya minyak goreng, kita akan gas lagi dalam beberapa hari ini. Kalau tidak salah Jateng tanggal 3-4 April akan mendapatkan kucuran minyak goreng cukup banyak, khususnya yang harga Rp 14 ribu. Mudah-mudahan bisa membantu, yang dagang jalan, UMKM jalan, kemudian kegiatan jalan,” tutup dia. (Wan/JT02)
