JawaTengah.Online — Pemerintah Provinsi (Pemprov) meminta seluruh jajaran Palang Merah Indonesia (PMI) Jawa Tengah (Jateng) melakukan sosialisasi ke anak muda untuk donor darah. Pasalnya, anak muda dinilai berpotensi menjadi pendonor berkualitas yang jumlahnya bisa sangat besar. 


Hal itu disampaikan Wakil Gubenur (Wagub) Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen saat memberikan  arahan kepada jajaran PMI se-Jateng dalam Musyawarah di Gedung Pusdiklat PMI Jateng, Sabtu (05/03/2022). Ia mengatakan, sosialisasi tersebut diperlukan untuk memunculkan pendonor darah baru. 

“Kita belum melihat pendonor darah yang baru. Ini penting untuk kita sosialisasi. Khususnya di kalangan civitas akademik, pelajar, ponpes (pondok pesantren), ayo kita gerakan lagi. Ini bisa kita masukkan saat ospek (mahasiswa baru). Kita kenalkan (donor darah), kita rangkul,” kata Taj Yasin 

Ketua Dewan Kehormatan PMI Jateng itu menuturkan, sosialisasi harus dilakukan secepat mungkin. Agar jumlah pendonor darah dapat ditingkatkan sebelum memasuki Bulan Ramadhan. Sebab, saat bulan Ramadhan jumlah pendonor dinilai akan menurun drastis. 

“Rasa-rasanya menjelang Ramadhan, biasanya pendonor berkurang signifikan. Harus kita antisipasi sejak saat ini. Saya minta UDD (Unit Donor Darah) kabupaten atau kota menghitung ketersediaan darah,” terang dia.

Taj Yasin juga meminta jajarannya melakukan inovasi di wilayah masing-masing. Inovasi menjadi penting karena saat ini PMI selalu hadir dalam setiap aksi kemanusiaan yang digalang pemerintah.

Lebih lanjut, PMI juga diminta siaga terkait antisipasi lonjakan Covid-19 varian Omicron. Ia melaporkan, jajaran PMI sudah melakukan distribusi masker di Kota Semarang untuk memutus penyebaran Covid-19.

“Ketika ada bencana di seluruh nusantara kita siap tanggap. Saat ini, kita masih dalam kondisi yang belum baik-baik saja, masih di tengah Pandemi varian Omicron. Akhir-akhir ini ketika (nanti) Omicron meledak, PMI mulai siaga terus,”tutup dia. (Wan/JT02)