JawaTengah.Online – Kunjungan wisatawan ke berbagai tempat wisata yang dikelola Pemerintah Provinsi (pemprov) Jawa Tengah (Jateng) naik cukup signifikan saat memasuki bulan puasa. Lonjakan tersebut, mulai terlihat dari puncak kunjungan pada 27 Maret 2022.

Hal itu disampaikan Sub Kordinator Pengembangan Daya Tarik Wisata Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jateng, Riyadi Kurniawan. Ia mengatakan, peningkatan tersebut paling banyak terjadi pada wisata religi dan tirta atau berkaitan dengan air.

“Kalau berdasarkan hasil pengamatan dari bulan Maret kemarin, paling banyak wisata religi dan tirta untuk dari persiapan Ramadan,” kata Riyadi, sapaan akrabnya.

Kemudian pada Jumat dan Sabtu, lanjut Riyadi, terjadi peningkatan yang berkaitan dengan tradisi Padusan di sebagian wilayah Jateng. Bahkan, diketahui sejumlah tempat yang memiliki tradisi Nyadran juga disebut ramai.

“Kemarin kita sudah menghimbau kabupaten atau kota untuk melakukan langkah antisipasi. Karena daerah tersebut, beberapa tidak terjangkau sinyal internet, jadi tidak bisa menggunakan Aplikasi PeduliLindungi,” lanjut dia.

Sebagai tambahan, berdasarkan data Disporapar Jateng, pihaknya mengelola sebanyak 1,100 daya tarik tempat wisata. Dari ribuan wisata tersebut, hanya 12 yang masih tutup di 35 Kabupaten atau Kota.

“Dari hasil terakhir yang tutup hanya 12, nambah dua dari yang sebelumnya 10. Tambahan itu karena terjadi perbaikan daya tarik wisata kolam renang. Salatiga contohnya, di Kalitaman itu, dilaporkan per puasa ini tutup karena ada renovasi, jadi bukan karena Covid. Untuk sisanya (11) juga tutup juga sama, karena ada perbaikan,” ungkap dia.

Lebih lanjut, pada pelaksanaan libur Lebaran tahun 2022 ini, Riyadi berpesan, masyarakat tetap menjaga protokol kesehatan. Kemudian, ia menghimbau tidak melakukan kunjungan wisata massal.

“Lebih baik wisata dangan grup kecil atau keluarga. Kemudian kami mendorong wisata untuk di outdoor atau luar ruangan,” pinta dia.

Terpisah, Ketua Asosiasi Pelaku Pariwisata Indonesia (ASPPI) Jateng, Setyo Legowo sebelumnya menyampaikan, sektor pariwisata dan hotel di Jateng juga mencuat hingga 40 persen semenjak beberapa kelonggaran yang diterapkan pemerintah dalam rangka menyambut mudik lebaran kali ini. Pasalnya, pada tahun sebelumnya, para pelaku pariwisata benar-benar terpuruk hingga tidak memiliki jadwal pemberangkatan atau kunjungan.

“Kelonggaran-kelonggaran itu menjadi booster dalam membangkitkan ekonomi para pelaku pariwisata. Jadi semenjak adanya kelonggaran memang ada dampak peningkatan, Karena kan, aturan yang sebelummya sedikit membelenggu,” imbuh Setyo. (Wan/JT02)