JawaTengah.Online – Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas pada Rabu (9/3/2022) sejak pukul 23.18 kemarin. Kendati demikian, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah memastikan sampai Kamis (10/3/2022) ini, belum ada laporan warga yang dievakuasi akibat erupsi Merapi. Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo. Ia juga memastikan warga sudah siap menghadapi situasi erupsi dengan metode Desa Kembar.
“Belum dan mereka sudah punya tempatnya kok,” kata Ganjar.
Ganjar menegaskan, sebenarnya warga sekitar Merapi jauh lebih paham. Ia menyebut warga juga sangat bagus kearifan lokalnya untuk menghadapi kejadian erupsi.
“Tinggal refleknya saja yang butuh diingatkan oleh pemerintah,” tegas dia
Terlepas dari itu, Ganjar mengatakan terus memantau perkembangan Gunung Merapi. Pantauan dilakukan para vulkanolog dan bekerjasama dengan wilayah Yogyakarta.
“Kita dilapori setiap hari, sehingga semuanya BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) melakukan kontrol,” ujar dia.
Tak hanya Merapi, gunung berapi lainnya juga turut dipantau. Termasuk kebencanaan lain seperti longsor hingga banjir. Sejalan, mitigasi juga disiapkan terus menerus.
“Sehingga betul-betul di area sekitar Merapi ini, bisa kita kelola bersama-sama,” lanjut dia.
Lebih lanjut, desa dan keluarga kembar yang sudah ada di sana diimbau untuk aktif kembali. Sehingga jika terjadi kenaikan status siaga Gunung Merapi, warga bisa langsung bergerak.
Sebagai informasi, Desa Kembar adalah program yang digagas Pemprov sebagai salah satu langkah antisipasi ancaman erupsi Gunung Merapi. Program ini mengedepankan semangat persaudaraan warga sekitar Merapi membantu warga lain yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB).
Salah satu contoh yang sudah ada, yakni di Desa Klakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali. Warga di desa itu sudah menjalin kekerabatan dengan Desa Gantang, Kecamatan Sawangan, Kabupaten Magelang.
“Maka ikuti seluruh perintah yang diberikan oleh pemegang otoritas apakah itu BPBD, Basarnas, informasi dari BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika), para vulkanolog agar mereka semua bisa menyelamatkan diri,” tutup dia. (Wan/JT02)
