JawaTengah.Online – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa tengah (Jateng), Yunita Dyah Suminar menampik kabar apabila vaksin Covid-19 menjadi penyebab hepatitis aku pada anak. Sebab, hal tersebut juga belum dibuktikan dengan penelitan lebih lanjut.
“Ada hoaks yang menyebutkan ada vaksin yang menyebabkan anak-anak sakit itu, secara studi tidak betul,” Kata Yunita, saat dikonfirmasi, Rabu (11/5/2022).
Yunita sekali lagi menegaskan, bahwa vaksin dengan hepatitis akut misterius itu tidak ada kaitannya. Bahkan, hingga saat ini studi tersebut belum ditemukan kebenarannya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, Abdul Hakam, mengatakan kabar yang menghebohkan di sosial media (sosmed) itu tidak benar. Pihaknya menyebut bahan dasar vaksin sendiri berbeda dengan virus hepatitis.
“Karena yang beredar dibeberapa media sosial itu disampaikan ada berkaitan dengan vaksinasi anak Astrazeneca, dan disini saya sampaikan juga, bahwa yang menjadi bahan pembuatan Astrazeneca ini beda dengan penyebab virus hepatitis akut mistirusi ini,” kata Hakam.
Sehingga, terang Hakam, dipastikan adenovirus yang berada dalam vaksin tersebut tidak bisa bereplikasi di dalam tubuh. Selain itu, bahan yang ada di dalam vaksin Covid-19 dengan apa yang ditemukan pada hepatitis akut misterius itu sangat berbeda.
“karena di Astrazenaca ini sudah dilakukan, rekombinan artinya, melalui metode yang sudah dilakukan oleh beberapa pakar, sehingga adenovirus tidak bisa melakukan replikasi dalam tumbuh seseorang. Jadi tipenya saja sudah beda ,” beber dia.
Lebih lanjut, Hakam menyampaikan untuk rekombinan yang berada pada vaksin Astrazeneca sendiri memiliki tipe yang berbeda dengan hepatitis akut. Sehingga, ketika virus menyerang dipastikan sangat berbeda.
“Berbicara mengenai yang rekombinan yang berada di Astrazeneca itu, adalah tipenya cadop, tapi yang di hepatitis virus akut misterius itu, adalah tipe 41. Dimana gejalanya disistem pencernaan ada mual, muntah demam kadang-kadang kemudian sampai timbul mata kuning. Nah itu sudah harus diwaspadai,” tutup dia. (Wan/JT02)
