JawaTengah.Online – Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah menerjunkan 11 tim untuk memantau daerah dengan objek wisata yang berpotensi paling banyak dikunjungi. Tiap satu tim terdiri dari 4 orang dan akan disebar di 11 Kabupaten atau Kota.
Melalui Sub Kordinator Pengembangan Daya Tarik Wisata pada Disporapar Jateng, Riyadi Kurniawan mengatakan, 11 tempat itu Boyolali, kota Pekalongan, Kabupaten Pati, Kota Tegal, Kabupaten Klaten, Kabupaten Batang, Kota Semarang, Kabupaten Semarang, Kota Surakarta, Kabupaten Purworejo dan Kabupaten Magelang.
Langkah tersebut, untuk meminimalisir kejadian buruk dan mencegah penyebaran kasus Covid-19 di objek wisata yang memiliki mobilitas tinggi.
“Kami sampai pada dinaspar (Dinas Pariwisata) kabupaten saja, yaitu terkait kebijakan dispar kabupaten dalam menghadapi libur Idul Fitri, prediksi datang, dikunjungi paling banyak dan paling berisiko. Untuk timya, juga masih internal,” kata Riyadi, melalui sambungan telepon, Selasa (12/4/2022).
Pengecekan kesiapan itu, jelas Riyadi, selain memastikan kondisi prasarana seperti tempat mencuci tangan, handsanitaizer hingga penerapan protokol kesehatan (prokes) lainnya. Termasuk juga meminimalisir kejadian buruk pada spot-spot di tempat wisata.
“Jadi terkait keselamatan ini agar tidak terjadi lagi kecolongan seperti peristiwa wisatawan tenggelam akibat kapal terbalik di Waduk Kedungombo (Dukuh Bulu, Desa Wonoharjo, Kecamatan Kemusu, Kabupaten Boyolali) kemarin (tahun 2021 lalu). kemudian pernah wilayah lain juga sama, kami ingin meminimalisir kejadian buruk melalui monitoring,” jelas dia.
Mengenai prediksi libur Lebaran tahun ini, Disporapar Jateng menilai akan terjadi ledakan pengunjung hingga 60 persen dibanding tahun 2021 lalu. Pasalnya, tempat wisata telah berpuasa selama dua tahun akibat Covid-19 yang menjadi momok di tengah-tengah masyarakat.
“Kemudian seperti disampaikan Pak Dirjen Darat (Kementerian Perhubungan), ada 21,3 juta pemudik yang akan masuk Jateng. Paling tidak, itu (pemudik) menjadi warning buat kami. Jadi pertama kami menghimbau untuk percepatan booster pengelola wisata, baik dari daya tarik wista,hotel hingga restauran,” pinta dia.
Sedangkan total tempat wisata yang ada di Jateng, Berdasarkan data Disporapar ada 1,100 daya tarik wisata. Kendati demikian, hanya 1,98 objek wisata saja yang masih buka di tiap Kabupaten atau Kota.
“Dari hasil terahir yang tutup hanya 12 (tempat wisata), nambah dua dari yang sebelumnya 10. Tambahan itu karena terjadi perbaikan daya tarik wisata kolam renang. Salatiga contohnya, di Kalitaman itu, dilaporkan per puasa ini tutup karena ada renovasi, jadi bukan karena Covid. Untuk sisanya (11) tutup juga sama, karena ada perbaikan,” jelas dia.
Terkait percepatan vaksin di objek wisata, lanjut Riyadi, sejumlah tempat di Jateng telah membuka gerai sentra vaksinasi dengan kuota yang telah disesuaikan oleh pemangku kebijakan masing-masing. Kendati demikian, pihaknya belum bisa menyebutkan secara pasti ada dimana saja titik vaksinasi tersebut.
“Vaksin booster gerai layanan memang beberapa tempat sudah menggunakan tempat wisata. Contohnya Sam Po Kong (Kota Semarang), tempat lain didorong juga, tapi meningkatkan animo masyarakat yang memang rada susah,” tutup dia. (Wan/JT02)
