JawaTengah.Online – Meski pandemi Covid-19 masih menjadi momok di tengah-tengah masyarakat hingga saat ini. Hal itu tidak memutus semangat Ahmad Ghofur, pengelola Gallery Bordir Semarang yang justru kebanjiran order dengan memanfaatkan kondisi pandemi ini.


Kelompok Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) yang berlokasi di Jalan Medoha Raya, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang itu menceritakan, kondisi pandemi Covid-19 saat ini kelompoknya justru mengalami banjir orderan pemesanan. Mereka berhasil memanfaatkan penjualan melalui online sehingga mendatangkan keberuntungan. Kendati demikian, ia tidak menampik jika penjualan secara offline masih sepi pemesan bordir. 

Ghofur, sapaan akrabnya, menceritakan bahwa tokonya berdiri setelah Lebaran Idul Fitri 2021 lalu. Usaha tersebut bermula adik dari Ahmad Gofur merasa bosan merantau di Jakarta yang hanya bisa pulang ke halaman dalam setahun dua kali.  Sehingga, adiknya memutuskan untuk mendirikan usaha itu bersama dirinya. 
“Usaha ini bermula dari adiku kerja di perantauan hampir 4 tahun. Karena adiku setahun merantau di Jakarta. Adikku bosan kerja merantau karena pulangnya hanya setahun dua kali. Sehingga setelah Lebaran Idul Fitri langsung mendirikan usaha bordir bersama saya,” kata Ghofur, Rabu (15/14/2022).


Saat ditanya kondisi di tengah pandemi apakah terdampak atau tidak, ia mengaku bahwa kondisi pandemi membawa keberkahan dengan ramainya pemesan di tokonya.

“Kondisi pandemi usaha bordir bisa dikatakan ramai pemesan. Karena kami memasarkan melalui online.  Soalnya bisa menjangkau seluruh Indonesia. Strategi pemasaran lewat online, meski offline nya belum ramai. Paling satu bulan mampu menerima pesanan sekitar 500 order, ” kata Ghofur. 


Ahmad Ghofur juga membeberkan bahwa bordir miliknya memiliki ciri khas tersendiri dari toko bordir lainnya.  Sebab, tokonya bisa memesan secara satuan.

“Ciri khasnya kustom bordir sama bordir timbul. Jadi di sana bisa pesan satuan. Dan bisa bordir timbul itu jarang ada pemainnya. Mulai dari situ, bordir timbul banyak permintaan pelanggan market place. Pelanggan katanya terinspirasi dari instansi TNI Polri yang kebanyakan bordir timbul, ” tutur dia. 

Lebih lanjut, Ghofur mengungkapkan jika harga yang ditawarkan di tokonya sangat terjangkau oleh semua kalangan. Yakni mulai dari kisaran 5 ribu hingga 100 ribu.

“Harga ada yang satuan dan partai besar. Kisaran 5 ribu sudah boleh. Paling mahal mencapai 100 ribu bordir yang besar. Satuannya 5 ribu tapi ada minimal order. Kalau satu 15 ribu untuk membayar desainnya. Minimal order 25 pcs,” ungkap Ghofur.


Ghofur berharap, para pelaku UMKM bisa berkembang dalam pemasaran di International tak hanya di kalangan domestik saja. 

“Pertama merubah mindset, kedua selama kebutuhan ada pasti ada peluang. Ketiga, percaya rezeki sudah ada yang ngatur. Fokus sama konsumen meningkatkan mutu dan kualitas. Bukan fokus keuntungan. UMKM bisa naik tidak hanya domestik saja namun internasional,” tutup Ghofur. (Wan/JT02)