JawaTengah.Online – Seorang Pastor Gereja, Romo Erduadus Didik Cahyono, memandu ibadah Kamis Suci di Gereja Theresia Bongsari, Kecamatan Semarang Barat, Kota Semarang, Kamis (14/4/2022) malam. Dalam prosesi tersebut, sang Romo membasuh 12 kaki suster yang diilhami sebagai tindakan kerendahan hati dan pelayanan cinta kasih kepada masyarakat.
Perayaan Ekaristi ini juga menggambarkan teladan Yesus yang membasuh kaki para murid-murid-Nya. Yakni ditujukan untuk pelayanan dan kerendahan hati yang ditujukan sebagai bentuk duta kasih masyarakat.
Pembasuhan kaki tersebut dilakukan pada 12 suster yang berumur lebih dari setengah abad. Sepanjang hidupnya, mereka telah mendedikasikan hidup dalam pelayanan kepada masyarakat.
Saat menengok prosesi itu lebih dekat, para suster yang melambangkan jumlah murid-Nya itu, delapan diantara duduk di panti umat paling depan serta empat antaranya menggunakan kursi roda dan maju satu langkah lebih depan. Mereka semua berpakaian serba putih dan mengenakan masker seabagai bentuk melawan penyebaran Covid-19.
Romo Didik secara lembut dan penuh kasih, membasuh, mengeringkan serta mencium kaki masing-masing suster yang melambangkan para murid-Nya itu. Beberapa suster terlihat membungkuk sebagai bentuk terima kasih dan sisanya nampak meneteskan air mata.
“Suster sepuh yang kami basuh usianya lebih dari 70 tahun. Dalam pembasuhan ini kami ingin menghadirkan gambaran Yesus yangg membasuh kaki para murid-Nya. Jadi ada 12 yang akan kami basuh, tapi total yang hadir di ruangan ada 30-an suster,” kata Romo Didik, usai menjalankan prosesi membasuh kaki.
Romo Didik menegaskan, suster-suter layak dibasuh kakinya sebab mereka telah menjadi duta cinta kasih yang diajarkan Yesus selama membiara. Yakni mengatrikulasikan hidupnya hanya untuk bahasa cinta kasih kepada masyarakat.
“Maka, semoga kita bisa bercemin pada para suster ini, untuk selalu tersemangati menjadi duta kasih masyarakat,” harap dia.
Terkait prosesi Kamis putih ini, Romo menyebut umat Katolik memang mengenangkan Perjamuan Malam Terakhir bersama Yesus Kristus. Dalam perjamuan itu, Yesus memberikan perintah kepada para muridnya untuk mewujudkan tindakan cinta kasih.
“Perintah itu ditunjukkan dengan teladan membasuh kaki para murid-Nya. Yesus meminta para murid-Nya melakukan tindakan serupa kepada orang lain secara lebih luas,” pungkas dia.
Tidak hanya itu, perayaan kali ini diakui berbeda ketimbang tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, selain kondisi masyarakat hampir pulih dari Covid-19, umat Katolik juga merayakan Paskah di tengah Bulan Ramadan.
“Tentunya kita memaknai dengan suasana hati yang gembira, kita bersukacita, umat Nasrani dan Muslim bisa meneguhkan semangat persaudaraan untuk kebangkitan bersama menghadapi pandemi yang berlangsung tiga tahun lamanya,” tutup dia. (Wan/JT02)
