JawaTengah.Online – Dimsum, menjadi salah satu jajanan kekinian di Kota Semarang yang gampang dijumpai di setiap sudut Ibu Kota Jawa Tengah ini. Dimsum juga banyak digemari dari anak muda hingga tua.  Hal itu terlihat jelas di depan gerai bertuliskan Narizma Dimsum yang ramai pembeli untuk mengantre membeli dimsum buatan Wiwiek ini.


Gerai itu, berada di Jalan Suyudono No. 200, Bulustalan, Kota Semarang. Olahan daging ayam yang dibalut dengan kulit dimsum menjadi kudapan yang tengah digandrungi para penikmat kuliner.

Wiwiek mengaku, meski membuka usaha kuliner seperti ini sudah banyak pesaing di Kota Semarang. Namun ia mengakali dengan membuat suatu yang berbeda dari gerai lainnya. Yakni kedai dimsum yang ditawarkan konsep prasmanan. Cara tersebut pelanggan bisa memilih dimsum dan olahan ikan yang ada di atas klakat kayu sesuai selera.


Saat mencoba mencicip rasa Dimsum ala Wiwiek itu, rasanya juga tak perlu ditanyakan lagi, pastinya menggugah selera. Bahkan, adonan Dimsum ini dilengkapi dengan sayuran sehingga menyehatkan. Masalah harga pun sangat bersahabat untuk kantong anak muda. Hanya dibandrol dari 1.000 hingga 3.000 ribu.

“Tapi selama masa pandemi kami lebih sering melayani sistem take away. Mungkin nanti kalau pandemi sudah berakhir bisa seperti semula,” kata Wiwiek.

“Menurut saya usia tidak jadi hambatan untuk mencoba hal baru dan belajar teknologi. Sebelum ini saya jualan kue Lebaran, tapi pandemi ini peminatnya semakin menurun. Jadi saya beranikan diri modal belajar dari internet,” terang dia. 

Bisnis yang dijalani Wiwiek itu, dibantu kerabatnya. Bahkan, seluruh proses pembuatan dimsum dilakukan secara home industry mulai dari proses menggiling daging, mencetak hingga mengukus masih dilakukan secara manual. Di sisi lain, kondisi pandemi ini tidak menyurutkan niat Wiwiek untuk berbisnis di bidang kuliner seperti dimsum. Ia yakin adanya perkembangan teknologi yang ada sekarang, mampu memasarkan ke seluruh penjuru Kota Semarang.


“Saya belajar memasarkan dari instagram.  Alhamdulillah omzetnya lumayan sekali. Sudah bisa balik modal,” pungkas dia. 

Sementara itu, Fendi Fatturohman (24), seorang pembeli mengaku beli dimsum berawal dari postingan instagram. Sebab,  ia tertarik dengan konsep prasmanan yang ditawarkan Narizma Dimsum cukup unik karena belum ada di Semarang.

“Rasanya enak. Selain konsep, sepertinya juga belum ada yang menjual dimsum gabung dengan olahan ikan,” imbuh dia. (Wan/JT02)