JawaTengah.Online –Departemen Ilmu Komunikasi Fisip Undip telah melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat dengan tema “Pelatihan Produksi Konten Video Instagram untuk Promosi Kampung Tematik Empon-Empon pada Kelompok PKK Kelurahan Jabungan Semarang”, Minggu (18/5/2025). Kegiatan tersebut dilakukan di MI (Madrasah Ibtidaiyah) Al Khaeriyah Kelurahan Jabungan, Banyumanik, Semarang dengan peserta ibu-Ibu PKK di RW 4.
Dikutip dari jabungan.semarangkota.go.id, Kelurahan Jabungan dikenal dengan Kampung Tematik Empon-Empon karena mayoritas masyarakatnya berprofesi sebagai petani yang membudidayakan empon-empon. Empon-empon merupakan merupakan istilah dalam Bahasa Jawa yang merujuk pada tanaman obat tradisional atau tanaman rimpang, yang biasanya digunakan untuk bahan pembuatan jamu. Empon-empon sendiri termasuk dalam kelompok tanaman herbal, di mana pada bagian rimpang atau akarnya yang dimanfaatkan untuk pengobatan tradisional. Empon-empon yang tersedia di Kelurahan Jabungan ini antara lain seperti kunyit, jahe, temulawak, kencur, lengkuas, dan lain-lain.
Dengan sumber daya alam tersebut, membuat empon-empon sebagai komoditas utama yang bernilai ekonomi bagi masyarakat setempat. Namun sayangnya, masyarakat Jabungan memiliki kendala dalam memasarkannya, di mana penjualannya hanya sebatas pada tengkulak di pasar dengan harga yang murah. Padahal, para warga tidak hanya menjualnya dalam bentuk mentah, tetapi juga dalam olahan jamu yang siap konsumsi. Oleh sebab itu, kini jumlah masyarakat yang menjual empon-empon baik dalam bentuk mentah atau olahan menurun. Hal itu juga disebabkan karena kurangnya pengetahuan masyarakat tentang pemasaran digital melalui produksi konten video.
Untuk menjawab persoalan tersebut, Departemen Ilmu Komunikasi Fisip Undip berinisiasi untuk melakukan pengabdian kepada masyarakat dalam bentuk pelatihan produksi konten video Instagram dengan harapan masyarakat setempat dapat menggunakan media digital sebagai sarana promosi. Kegiatan ini diketuai oleh Dr. Yanuar Luqman, S.Sos., M.Si dengan anggota sekaligus sebagai pemateri yaitu Agne Yasa, S.I.Kom., M.A, Citra Safira, M.I.Kom, Muhammad Rif’at Al-Razi, S.I.Kom., S.Pd., M.I.Kom, dan Naomi Putri Bahari Simeon, M.I.Kom
Kegiatan pertama dilakukan dengan pre test di mana peserta menjawab beberapa pertanyaan tentang penggunaan media sosial sebagai sarana promosi. Dari hasil survey ditemukan bahwa mayoritas peserta masih asing dengan media sosial, terutama untuk keperluan promosi atau publikasi kampung. Materi penting yang diberikan adalah strategi konten kreatif dan pemanfaatan media sosial sebagai alat promosi digital, di mana strategi kreatif merupakan inti dari kegiatan promosi, yang mencakup proses berpikir, menulis, merancang, hingga memproduksi materi komunikasi. Peserta dikenalkan dengan pentingnya memiliki ide-ide segar dan pendekatan visual yang menarik agar promosi lebih efektif. Proses kreatif ini dijelaskan melalui konsep Four P’s of Creativity yaitu person (pelaku kreatif), process (proses berpikir kreatif), press (dorongan dari dalam dan luar), dan product (hasil dari ide kreatif).
Selain itu, para peserta juga mendapatkan pengenalan tentang creative brief, yaitu panduan dasar dalam membuat konten yang efektif, mulai dari memahami audiens hingga menentukan pesan dan media yang tepat. Strategi ini dirancang agar pesan promosi mengenai empon-empon dapat sampai secara jelas dan menarik kepada masyarakat luas. Materi kedua fokus pada pemanfaatan Instagram sebagai media promosi. Dalam sesi ini, peserta diajarkan bagaimana Instagram bisa digunakan untuk mengunggah foto dan video singkat empon-empon, lengkap dengan keterangan (caption) yang menarik. Instagram dinilai sebagai media sosial yang efektif karena visualnya kuat dan digunakan oleh berbagai kalangan masyarakat.
Setelah mengikuti pelatihan yang disampaikan secara bertahap dan menggunakan pendekatan praktik langsung serta pendampingan satu per satu, kemudian dilakukan post test dan hasilnya menunjukkan adanya peningkatan kemampuan yaitu peserta sudah dapat membuat video pendek dengan kamera HP, mampu mengunggah video ke Instagram dengan bantuan pendamping, bisa menambahkan teks atau musik sederhana ke dalam video, memahami bahwa video bisa digunakan untuk memperkenalkan produk lokal seperti empon-empon, dan merasa lebih percaya diri untuk mencoba mempromosikan kegiatan kampung lewat Instagram.
Dengan pelatihan ini, diharapkan ibu-ibu PKK dapat lebih percaya diri dan kreatif dalam mempromosikan produk-produk unggulan kampungnya, khususnya empon-empon, melalui konten digital yang menarik dan mudah diakses masyarakat luas. Promosi yang dilakukan secara digital diyakini mampu meningkatkan citra positif kampung tematik dan mendorong pengembangan pariwisata lokal berbasis potensi alam.
