JawaTengah.Online – Ada yang berbeda ketika mengunjungi Desa Kopeng, Kecamatan Getasan, Kabupaten Semarang pada Kamis (18/8/2022) pagi. Warga sekitar nampak berbondong-bondong datang untuk menonton Gebyar Budaya Kopeng 2022 di lapangan desa.

Lokasinya yang berada persis di kaki Gunung Merbabu, menciptakan suasana sejuk bagi para pengunjung yang hadir di desa tersebut. Raut wajah iklas pun terlihat meski masyarakat tetap harus mengantre karena kendaraan bermotor turut memenuhi jalanan. Maklum, sudah dua tahun pandemi, kegiatan sebesar ini baru bisa terlaksana di Desa Kopeng. 

Di lapangan desa, panggung pentas telah disiapkan dengan dekorasi yang terbuat dari tali rami. Ada yang berbentuk gunungan, ada juga yang menyerupai wayang Pandawa Lima. Cuaca cerah juga semakin mendukung meriahnya acara, terbukti dengan pemandangan puncak Merbabu yang nampak dari bawah.  Tak hanya itu, puluhan tenda berisikan aneka kuliner dan hasil usaha kecil mikro menegah (UMKM) di daerah Kopeng juga turut memeriahkan acara. 

Acara diawali dengan pembentangan bendera merah putih sejauh satu kilometer sepanjang jalan Wisata Kopeng. Kemudian berlanjut dengan puzzle mop merah putih yang melibatkan 1.600 talent dan tarian prajuritan massal. 

Setelah rangkaian tersebut selesai, acara kembali meriah dengan karnaval kendaraan hias yang mengitari sekitar Desa Kopeng. Ada yang menghiasinya seperti mobil perang, helikopter, ogoh-ogoh, bahkan gunungan sayur. 

Agus Surolawe, Seksi Acara Gebyar Budaya Kopeng 2022 menjelaskan, sebagai agenda tahunan kegiatan ini memang sengaja sebagai hiburan untuk warga dan masyarakat setempat. 

“Tadinya tidak terpikir akan membuat sebesar ini, tapi ternyata jadi besar sekali. Antusias warga dan partisipasi dari TNI/Polri juga luar biasa,” kata Agus, Kamis (18/8/2022). 

Banyak unsur yang ikut terlibat antaranya warga, anak sekolah, dan mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang sedang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN). Selain itu, helatan Gebyar Budaya Kopeng 2022 merupakan acara untuk menyemarakkan HUT Kemerdekaan RI ke-77.

Terpisah, Bupati Semarang, Ngesti Nugroho, menyampaikan kegiatan hari ini merupakan cara untuk melestarikan kesenian budaya. Hingga akhir September nanti, karnaval dan kegiatan seni budaya masih terus berlangsung di Kabupaten Semarang.

“Kita punya kewajiban mengisi kemerdekaan dengan menjaga gotong royong, persatuan kesatuan dan kebersamaan,” tutup Ngesti. (Wan/JT02)