JawaTengah.Online – Pandemi Covid-19 yang masih menjadi momok di tengah-tengah masyarakat membuat sejumlah pengusaha dilanda permasalahan perekonomian. Galeri Kampung Konveksi misalnya, wilayah yang resmi menjadi kampung tematik itu, mengalami keresahan lantaran omzet turun di masa pandemi.


Berada di Dusun Sodong, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Mijen, Kota Semarang. Berangkat dari keresahan omzet turun itu, mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) Universitas Persatuan Guru Indonesia Semarang (UPGRIS) memberikan strategi kepada warga Dusun Sondong dengan mengadakan pelatihan bertajuk Optimalisasi Perekonomian dalam Pengembangan Skill Kewirausahaan di Era Pandemi.

Tak tanggung-tanggung, mereka menghadirkan pemateri yang sesuai dengan bidang kewirausahaan. Salah satunya Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis UPGRIS, Heri Prabowo. 

Dalam penyampainya, Heri mengatakan kondisi pandemi yang tidak kunjung selesai ini membuat pendapatan sejumlah pelaku UMKM menurun. Sebab, pebisnis harus merubah strategi bisnisnya selama pandemi dengan melalui online. Pasalnya, ia melihat konsumen zaman sekarang cenderung mengandalkan layanan online.

 “Penggunaan gadget itu luar biasa, bahkan anak usia tiga tahun pun sudah dapat mengaksesnya. Dengan gadget, orang-orang mengakses media sosial, dan hal itu merupakan peluang emas untuk melakukan promosi usaha yang kita miliki,” kata Heri, melalui keterangan tertulis, Jumat (18/2/2022).

Selain memberikan saran untuk mengubah pola pemasaranya, Heru juga menekankan pentingnya para pebisnis harus bisa membranding produk atau jasa yang dimiliki. Tujuanya untuk bersaing dengan pelaku UMKM lainnya dan memiliki ciri khas tersendiri.


Branding berguna untuk membedakan produk atau jasa yang kita miliki dengan pesaing. Ketika branding kita sudah berhasil, semahal apapun produk atau jasa yang kita miliki, konsumen akan tetap membeli,”pungkas dia.

Kesempatan sama, mahasiswa juga memberikan pelatihan berupa pemanfaatan kain perca menjadi kaset. Bertujuan agar warga di Dusun Sondong memiliki produk wirausaha baru selain menjadi koveksi. Bahkan, inovasi ini mengharapkan bisa membantu meningkatkan perekonomian di wilayah itu. (Wan/JT02)