JawaTengah.Online – Bangunan misterius yang terletak di atas Bukit Rhema, tepatnya di Dusun Gombong, Desa Kembanglimus, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, ternyata menyimpan mitos saat masih terbengkalai. Sehingga, membuat sejumlah wisatawan menyusuri jalan setapak ke atas Bukit Rhema
Masyarakat lebih mengenal bangunan tesebut dengan Gereja Ayam, karena desain bangunanya mirip dengan seokor ayam lengkap dengan kepala dan ekornya. Padahal, menurut cerita pemandu setempat bangunan tersebut justru berbentuk merpati.
Saat menuju ke puncak atau lokasi Gereja Ayam, wisatawan setidaknya perlu menghabiskan waktu sekira 10 menit dengan varian medan menurun dan mendaki. Meski demikian, rasa lelah tersebut akan terbayar saat sudah mencapai lokasi puncak.
Bila diamati secara kasat mata, bangunan itu seperti burung raksasa yang berdiri gagah ditengah-tengah hutan. Masih adanya pepohonan rindang dan belukar makin membuat mitos masyarakat sulit diabaikan.
Seorang pemandu wisata, Zola, tidak menampik bila memang ada mitos angker di sekitaran lokasi Gereja Ayam. Namun, mitos tersebut semakin lama makin hilang karena sudah mulai ada perbaikan bangunan.
“Itu (mitos) kan, muncul karena memang pernah terbengkalai dari 1998 sampai 2002. Jadi tempt ini menyisahkan kesan mistis. Tapi sebenarnya tidak seperti yang difikirkan (angker). Hanya mitos masyarakat sekitar pas masih terbengkalai,” kata Zola.
Mitos masyarakat tersebut, jelas Zola, muncul saat bangunan Gereja Ayam belum dijadikan tempat wisata. Usai dibuka secara umum untuk wisatawan, lambat laun kepercayaan tersebut hilang.
“Karena sebelum dijadikan tempat wisata, hanya bangunan biasa untuk tempat ibadah. Terus masih banyak vandalisme dari anak-anak. Ditambah suasanya terbengkalai ditengah-tengah pepohonan makin mejadikan suasanya angker,” jelas dia.
Sementara itu, Buhar (56), masyarakat sekitar sekaligus pelaku Usaha Kecil Mikro Menengah (UMKM) di tempat wisata tersebut turut membenarkan adanya mitos tersebut. Namun, lambat laun kepercayaan atau kesan angker itu hilang.
“Mistis iya, pas masih mangkak. Tapi itu cuma mitos masyarakat sekitar. Saya jualan disini semenjak jadi tempat wisata juga belum mengalami hal mistis,” kata Buhar yang sudah berjualan disekitaran Gereja Ayam dari 2016 lalu.
Saat ini, bangunan Gereja Ayam tersebut sudah tidak kosong dan singup seperti beberapa tahun lalu. Pihak pengelola diketahui sudah menambahkan dan membangun beberapa tempat baru di lokasi tersebut, agar Gereja Ayam tidak lagi tampak angker.
Misalnya pada aula tengah Gereja Ayam tersebut, sudah diberi kursi-kursi untuk para wistawan bersantai. Bahkan ornamen-ornamen dan lukisan-lukisan juga mulai banyak di tambahkan di tempat tersebut.
Bergeser pada belakang bangunan, tepatnya bagian ekor, kini sudah di bangun sebuah cafe kecil. Tak tanggung-tanggung, wisatawan bisa menikmati pemandangan perbukitan dan bentangan sawah hijau yang menawan dari Cafe tersebut.
Walau dikenal memiliki kisah-kisah mistis, Gereja Ayam tetap menjadi lokasi wisata favorit bagi para pengunjung yang datang ke Magelang. Terlihat dari puluhan wisatawan yang lebih dulu tiba dan ingin menuntaskan rasa pensaran masing-masing. (Wan/JT02)
