JawaTengah.Online – Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BBPOM) Semarang tingkatkan pelayanan publik dengan meluncurkan platform KlikPatas.com. Pada platform ini, pengguna layanan BBPOM dapat mengakses penelusuran sampel yang sedang uji laboratorium.
Fungsional ahli muda BBPOM Semarang, Purnaning mengatakan, Klik Patas dapat diakses melalui handphone, komputer, maupun laptop. Terkait akses, cukup dengan membuka website dan memasukkan kode billing yang didapat setelah melakukan pembayaran.
“Untuk uji laboratorium memang terdapat tarif sesuai dengan PP nomer 17 tahun 2001. Sejauh ini, kami juga telah melakukan percepatan uji dari 30 hari menjadi 15 hari,” kata Naning, saat Forum Komunikasi Publik secara daring.
Selain KlikPatas, BBPOM Semarang juga memberikan pelayanan publik berbasis digital untuk kemudahan akses pengguna layanan. Seperti layanan surat keterangan impor yang hanya memakan waktu 6 jam.
Kesempatan sama, Koordinator Substansi Informasi dan Komunikasi BBPOM Semarang, Novi Eko Rini mengungkapan, setidaknya ada lima inovasi informasi layanan publik yang telah di launching. Selain KlikPatas.com, sebelumnya telah diluncurkan program seperti Lakone Sekti, Sinau Online Sareng, Layanan Cekatan dan Melon Manis.
Lebih lanjut, untuk program Lakone Sekti berada di mall pelayanan publik yang ada di Jawa Tengah. Yakni Kebumen, Purworejo dan yang baru saja launching pada Maret lalu, Kudus.
“Bagi pelaku usaha yang ingin konsultasi langsung bisa melalui Lakone Sekti. Konsultasi berlangsung setiap minggu pertama dan ketiga di tiga mall pelayanan publik yang tersedia,” pungkas Novi.
Tidak sampai disitu saja, program lainnya adalah Sinau Online Sareng (SOS). Misalnya seperti saat ini, konsumen banyak beralih ke produk olahan makanan beku. Maka, untuk tetap menjaga keamanan produk pangan, BBPOM Semarang memberikan bimbingan teknis (bintek) kepada para pelaku usaha.
“Termasuk di masa pandemi juga banyak produsen obat tradisional bermunculan. Kemudian kami membaca kebutuhan masyarakat itu dengan memberikan bintek,” terang dia.
Novi mengaku, pihaknya ingin lebih cepat dekat dengan masyarakat terkait keamanan dan pengawasan pangan. Untuk itu, dilakukan pula sosialisasi ke sekolah, baik untuk siswa maupun petugas kantin, melalui Layanan Cekatan.
“Kami menggunakan tes kit, untuk memeriksa adakah borax, pewarna tekstil, formalin yang digunakan pada produk makanan di sekolah,” beber dia.
Terakhir, ada Melon Manis (Melayani Online Memberikan Informasi) yang mengakomodir kebutuhan konsultasi baik untuk produk pangan, obat tradisional maupun kosmetik.
“Kami menjadwalkan sesi konsultasi layanan online dua kali dalam seminggu. Apabila banyak peminatnya, akan kami tambah lagi jadwalnya,” lanjut dia.
Senada, Erisa, Manager CV Shinta Rama, Tegal mengungkapkan, sebelumnya, ia merasa bingung terkait denah bangunan yang benar untuk produksi kosmetik. Kemudian dengan adanya Melon Manis ini, ia merasa sangat terbantu karena mendapat guideline dan sampel denah dengan benar.
“Yang pertama hemat waktu, karena online jadi kami tidak harus datang ke Semarang. Kemudian yang pasti jadi hemat biaya dan hemat tenaga,” imbuh dia. (Wan/JT02)
