JawaTengah.Online – Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) makin menggalakan perbaikan ruas jalan provinsi untuk menyambut mudik lebaran yang tinggal dua pekan lagi. Pihaknya menyebut progres pengerjaan hanya tinggal 5 persen lagi.
Kepala DPU BMCK Jateng, AR Hanung mengatakan, meski bertepatan dengan cuaca buruk yang menyapa akhir-akhir ini, hal tersebut dipastikan tidak menjadi masalah. Pengerjaan tetap berjalan dan telah mencapai 95 persen.
“Meski cuaca buruk, secara perbaikan dipastikan selesai. Ini teman-teman dari Kementerian PUPR (Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat) juga sedang melaksanakan perbaikan, sama seperti kemarin, itu (perbaikan) tetap per proses. Kita pastikan selesai H-10,” kata Hanung, saat dimintai komfirmasi, Rabu (20/4/2022).
Misalnya, terang Hanung, seperti ruas jalan yang berada di Gedung Jati yang sebelumnya sempat terputus karena longsor. Saat ini disebutkan sudah selesai diperbaikan dan tinggal menunggu uji coba untuk lalu lintas.
“Misalnya itu (Gedung Jati), sekarang sudah selesai. Tinggal diuji cobakan untuk membuka (lalulintas), jadi nanti H-10 sudah clear semua,” terang dia.
Terkait posko penanganan, DPU BMCK Jateng telah menyiapkan 9 posko Pemerintah Provinsi (pemprov) yang berada di masing-masing Balai pengelolaan Jalan (BPJ) dan 1 posko perawatan di Karanjati. Berdasarkan data yang diperoleh, BPJ tersebut berada di wilayah Cilacap, Magelang, Pati, Pekalongan, Purwodadi, Surakarta, Semarang, Tegal dan Wonosobo.
DPU BMCK Jateng juga menilai jalur pantura menjadi titik rawan karena selain sering terjadi kecelakaan, banjir turut berperan saat hujan lebat melanda. Sedangkan pegunungan, fokus utamanya yakni pada fenomena longsor yang sering memutus lajur ruas jalan.
“Cukup rawan itu yang banjir, dan jelas di jalur pantura, titik tertentu seperti Pekalongan, terus Rembang, Kaligawe itu rawan. Tapi kami sudah ada antisipasinya, menyiapkan posko tadi, dan teman-teman sudah kita kordinasikan agar lancar. Mudah-mudahan tidak pas hujan juga,” terang dia.
Lebih rinci, pemetaan ruas jalan Provinsi yang rawan gerakan tanah (tanah longsor) diantaranya :
1. Ciregol
2. Sibelis
3. Sukorejo
4. Lumbir
5. Ruas Bumiayu-Salem
6. Gumilir
7. Wangon
8. Ruas Adipala-Jladri
9. Ruas Buntu-Gombong
10. Ruas Karang Bolong-Bodo
11. Ruas Banjar Negara-Wonosobo
12. Ruas bts Kabupaten Temanggung-Kretek
13. Ruas bts Kabupaten Wonosobo-Parakan
14. Ruas Jalan Magelang-Kaliangkrik
15. Ruas Jalan Sapuran-Kaliangkrik
16. Jalan Palur-Sragen (km sta 14+000)
17. Jalan Sruwen-Terminal Boyolali (km Smg 35+000 s.d 39+000)
(Wan/JT02)
