JawaTengah.Online – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) harapkan vaksinasi booster tercapai 30% sebelum mudik lebaran tahun 2022 ini. Langkah tersebut, merespone pernyataan Wakil Presiden Ma’aruf Amin yang berencana menjadikan vaksin ketiga sebagai syarat perjalanan mudik bagi masyarakat.
Kepala Dinkes Jateng, Yunita Dyah Suminar mengatakan, selain menyongsong mudik lebaran, capaian tersebut juga bertujuan untuk transisi endemi. Yakni sebagai recovery masyarakat selama pandemi ke endemi.
“Pada prinsipnya pemerintah ingin melindungi rakyaknya agar memiliki ketahanan yang kuat untuk menghadapi Virus Corona. Masyarakat harus terus didorong untuk lakukan booster,” kata Yunita, melalui pesan singkat, Rabu (23/3/2022).
Upaya untuk mencapai target tersebut, jelas Yunita, yaitu dengan melakukan pendampingan pada setiap kabupaten atau kota. Bahkan, Unit Pelayanan Terpadu (UPT) dan Rumah Sakit (RS) Pemerintah Provinsi (Pemprov) turut didorong untuk melaksanakan kegiatan vaksinasi tersebut.
Lebih lanjut, saat ditanya mengenai daerah-daerah yang sulit dijangkau, Dinkes Jateng telah menyediakan mobil vaksin berjumlah 5 unit untuk mengatasi hal tersebut. Kemudian melakukan komunikasi terhadap sasaran vaksin petugas pelayanan publik.
“Yaitu (komunikasi) melalui asosiasi, perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Termasuk perhotelan, restauran dan pengusaha transportasi,” jelas dia.
Sebagai informasi, mengenai capaian vaksinasi di Jawa Tengah, berdasarkan data Dinkes Jateng, sampai saat ini total yang telah tervaksin dosis pertama ada 91.74 persen, dosis ke dua 79.35 persen dan dosis ketiga sebanyak 9.07 persen. Capaian tersebut dari total 28.727.805 sasaran yang tersebar di sepanjang provinsi.
Untuk lanjut usia (lansia) dosis pertama ada 77.54 persen, dosis ke dua 63.35 persen dan dosis ke tiga 10.57 persen. Remaja pada dosis pertama 96.49 persen, dosis ke dua 88.64 persen dan dosis ke tiga 0.62 persen.
Sedangkan pada anak-anak capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 93.27 persen, dosis ke dua 78.74 persen. Untuk capaian booster atau dosis ke tiga pada anak-anak masih 0.00 persen. (Wan/JT02)
