JawaTengah.Online – Badan Pembangunan Internasional Amerika Serikat (USAID), mulai melakukan progam kota bersih dan laut biru atau clean city blue ocean  (CCBO) di Semarang, Senin (25/7/22). Dalam progam ini, pihaknya bekerjasama dengan pemerintah kota Semarang dan menunjuk yayasan Bintari Foundation sebagai pelaksana projek.

Direktur program CCBO USAID, Tiene Gunawan, mengatakan USAID merupakan lembaga pemerintah Amerika yang menangani pembangunan internasional. Sehingga, peran USAID yakni sebagai pemberi dana untuk menjalankan progam.

“USAID adalah sebuah lembaga pemerintah dari Amerika yang fokusnya untuk menangani pembangunan internasional. Dan di Indonesia kami berkerja dengan 3 kota, yaitu di Semarang, Makassar, dan Ambon,” kata Tiene saat ditemui di Hotel Aston Pandanaran, Semarang, Senin (25/7/2022).

Tiene menjelaskan, Projek dari USAID pun sangat banyak. Untuk projek yang ia ketahui salah satunya di jalankan di Indonesia antaranya ada CCBO, IU wash tangguh, di lingkungan yang lain dan sumber daya alam terkait dengan perikanan yang berkelanjutan.

“Kemudian terkait dengan konservasi laut dan masih banyak lagi,” jelas dia.

Sementara itu, Projek koordinator Bintari Foundation, Feri Prihantoro, mengatakan sebagai pelaksana projek, langkah awal akan melaksanakan proyek Pilah tiga. Yaitu Peningkatan Kapasitas Masyaratakat dalam 3R (PKM3R) atau reduce reuse recycle.

“Sebagai langkah pelaksanaan proyek, kami akan mengidentifikasi dan menentukan TPS3R (Tenpat Pembuangan Sampah 3R) dan bank sampah yang akan diintervensi untuk meningkatkan kapasitas 3R,” kata Feri.

Lebih lanjut, kini sudah ada 6 TPS3R yang akan dioptimalkan untuk melakukan progam tersebut. Antaranya TPS3R Kelurahan Jatisari, Kelurahan Palebon, Kelurahan Muktiharjo Kidul (RW 11), Kelurahan Ngesrep, Kelurahan Jebungan, dan Kelurahan Pedalangan.

Sementara untuk bank sampah, ada 3, yaitu bank sampah Kelurahan Karangroto, bank sampah waras Kelurahan Wonotingal, bank sampah Pandawa Berjaya Kelurahan Banyumanik.

“Tujuan mengoptimalkan TPS3R dan bank sampah adalah untuk menekan sampah dari pusat (sampah rumah tangga), jadi kalau dari pusat sudah dikelola dengan baik, nantinya penumpukan sampah di TPA jadi berkurang. Karena dari pusat sudah menerapkan 3R,” lanjut dia.

Di sisi lain, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Bambang Suranggon, mengaku Kegiatan hari ini sangat keren. Karena kegiatan ini sejalan dengan progam pemerintahan kota Semarang khususnya dalam melaksanakan kebijakan strategis daerah untuk pengurangan sampah, dan itu di wujudkan oleh USAID dan kawan-kawan Bintari Foundation.

“Saya sangat mendukung progam ini, karena menurut saya sangat keren, karena bisa menjadi salah satu langkah mengurangi sampah pada sumbernya, sumber dibsini adalah sampah rumah tangga dengan langkah 3R (Reuse, Reduce, dan Recycle),” tutup Bambang. (Wan/JT02)