JawaTengah.Online – Banjir akibat naiknya ketinggian air laut atau rob melanda daerah kawasan pelabuhan Tanjung Emas, Semarang, Jawa Tengah (Jateng), menyisahkan kisah tersendiri bagi para relawan. Mulai dari kesiap siagan mengatasi situasi selama hampir 24 jam hingga proses evakuasi yang berkesan. 

Salah seorang relawan, Amad Syahroni (30), membagikan kisah heroik selama evakuasi banjir rob kali ini, yaitu saat berada di pos empat. Saat itu, ia dan rekan-rekanya turut andil dalam proses evakuasi penyelamatan ibu hamil. 

“Paling berkesan pas evakuasi ibu hamil. Terus ada juga orang sakit melalui evakuasi kapal Basarnas di pos satu,” tutur Amad, saat ditemui di depan pintu masuk pelabuhan Tanjung Mas.

Tak hanya itu, Amad juga membagikan kisah berkesan lainya. Yaitu saat kejadian banjir rob pada tahun kemarin di Trimulyo, Kecamatan Genuk. 

“Di sana kami lebih banyak mengevakuasi warga yang membutuhkan. Karena sebagian besar disana emang tinggi genangan airnya. Terus penduduknya lebih banyak,” imbuh dia 

Sementara itu, relawan lain, Uban (55), mengatakan fokus malam ini adalah untuk mengantar orang yang ingin keluar masuk ke dalam kawasan Tanjung Mas. Kendati demikian, ia tidak menampik bila sebagian orang juga masih ada yang minta dievakuasi.

“Sampai malem masih ada yang butuh (pertolongan), tadi barusan (pukul 23.00 WIB) ada,” kata Uban.

Hingga dini hari ini, disebutkan masih terdapat enam perahu karet yang disediakan. Lengkap dengan beberapa tim relawan yang tetap stand bay dilokasi banjir rob. 

“Tapi paling ini sebentar lagi aman. Karena kondisi sudah mulai surut, sudah bisa keluar masuk (kawasan Tanjung Mas), jadi mungkin dah aman, bentar lagi bisa pulang, pengkondisian badan,” pungkasnya yang sudah tujuh tahun menjadi relawan. 

Mengenai kondisi di dalam kawasan, Uban menyebut masih tinggi. Yakni diperkirakan selutut orang dewasa. 

“Kalau titik paling tinggi, di daerah Lamicitra, itu sampai leher,” beber dia.

Berdasarkan pantauan di lapangan, hingga Selasa pukul 00.00 WIB, beberapa warga terpantau sudah bisa keluar masuk kawasan Tanjung Mas, Semarang. Untuk ketinggiannya, bervariasi dari hanya semata kaki hingga selutut orang dewasa. (Wan/JT02)