JawaTengah.Online – Dinas Pekerjaan Umum (PU) Bina Marga dan Cipta Karya (BMCK) Provinsi Jawa Tengah menyiapkan 10 posko penanganan darurat untuk mengantisipasi permasalahan pada ruas jalan selama mudik tahun 2022 ini. Langkah tersebut, menyikapi adanya keputusan Presiden Joko Widodo, terkait diperbolehkanya pulang kampung pada mudik Lebaran ini.
Kepala PU BMCK Jawa Tengah, AR Hanung mengatakan, skenario yang disiapkan yakni menyediakan 9 posko Pemerintah Provinsi (pemprov) dan 1 posko perawatan. Sedangkan pada jalan Nasional di Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) terdapat sekiranya 15 posko.
“9 itu ada di masing-masing BPJ (Balai Pengelolaan Jalan). Sedangkan 1 posko perawatan barada di Karanjati,” kata Hanung, melalui sambungan telepon, Senin (28/3/2022).
Diketahui, BPJ tersebut berada di wilayah Cilacap, Magelang, Pati, Pekalongan, Purwodadi, Surakarta, Semarang, Tegal dan Wonosobo.
Selain itu, lanjut Hanung, secara rutin DPU BMCK akan berkordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Jawa Tengah. Pihaknya juga sedang mempercepat pengerjaan sejumlah ruas jalan sebelum masa mudik lebaran datang.
“Jadi selain posko penanganan darurat, kita ada pemantauan jalan, kita akan lakukan rencana operasi bersama dan mana saja titik rawanya sudah kita siapkan antisipasi,” lanjut dia.
Diberitakan sebelumnya, Dishub Jawa Tengah menyebut apabila ada ruas jalan umum yang tertutup longsor, permasalahan tersebut akan ditangani oleh bidang infrastruktur atau Binamarga (DPU BMCK). Bidang tersebut, diharapkan dapat menangani kesiapan secara sigap saat permasalahan terjadi.
Sedangkan pada kesiapan jalan Provinsi dalam menyambut mudik tahun ini, sejumlah ruas jalan memang perlu perhatian serius. Namun, DPU BMCK memastikan penanganan tersebut akan selesai 15 hari sebelum Ramadan.
Sebagai informasi, Catatan PU BMCK Jateng per Sabtu (19/3/2022) kemarin, total panjang jalan provinsi mencapai 2.404,741 Km. Sebagian besar panjang jalan tersebut diklaim baik atau mulus kondisinya.
Lebih rinci, ruas jalan yang dalam kondisi baik 1.871,860 km atau 77,90 persen, total jalan yang rusak sedang 312,125 km atau 12,92 persen, rusak ringan 220,756 km atau 9,18 persen dan tidak ada yang mengalami rusak berat. (Wan/JT02)
