Ketua Persatuan Artis Musik Melayu Indonesia (PAMMI) Jawa Tengah, Drs. Frans Setiyo Pranoto mengatakan sampai saat ini pentas musik terbuka belum diizinkan, termasuk pentas musik dangdut. Sebenarya para seniman sudah siap dan sangat mengharap utuk segera bisa pentas lagi. Tahun 2022 ini jika sudah diizinkan, jajaran PAMMI sudah siap untuk menggebrak dengan berbagai jenis musik. Pimpinan grup Ken Arok ini juga siap untuk mendorong pentas musik dangdut yang lebih sopan, sehingga semua masyarakat bisa menikmati.

Dalam wawancara di kanal Inspirasi Jawa Tengah, Drs. Frans SP mengatakan, untuk pentas terbuka saat ini nampaknya belum bisa diselenggarakan lagi secara normal, karena masih harus menaati aturan pemerintah. Pentas-pentas di Jawa Tengah masih sepi, tidak ada agenda sama sekali.

 “Kita beristirahat dulu. Adanya wabah seperti ini supaya kita semua bisa introspeksi diri masing-masing,” katanya.

Napak tilas

Frans membentuk grup Ken Arok bersama teman-teman kuliahnya di Satya Wacana pada tahun 1979. Waktu itu iseng mencoba merekam lagu, tanpa disangka lagunya disukai oleh salah satu pihak studio rekaman, produser langsung memintanya membuat 2 album sekaligus. Dari pembuatan album tersebut, Frans mampu  membiayai kuliahnya.

Ken Arok sendiri berasal dari nama raja yang awalnya merupakan seorang petani, terinspirasi dari perjuanganya. Frans juga menambahkan, kalau sekedar berkecimpung di bidang musik saja itu hanya cukup untuk makan, untuk itu ia juga beralih ke bidang produksi. Beradaptasi dengan segala perkembangan supaya bisa mengjangkau pasar yang diminati oleh masyarakat.

“Hasil dari produksi musik kita sudah lumayan dan sampai sekarang masih bekerjasama dengan Djarum,” tambahnya.

Selengkapnya bisa ditonton di video….