JawaTengah.Online – Gubenur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo minta Kabupaten atau Kota belajar dari kasus yang terjadi di Kabupaten Brebes. Pasalnya, puluhan Aparat Sipil Negara (ASN) yang terpapar Covid-19 itu terjadi usai melakukan kunjungan keluar kota. Ganjar, sapaan akrabnya mengatakan, puluhan ASN tersebut terpapar usai melakuan Bimbingan Teknik (Bimtek) dari Solo. Meski demikian, ia menyebut kondisi mereka rata-rata orang tanpa gejala (OT).

“Jadi kemarin ada pelatihan ke luar kota. kalau ga salah di solo. Kemudian pulang di swab, ternyata positif. Ini saya minta memberikan laporan pada kita bagaimana kondisinya. Ya rata-rata sih OTG. Tapi tetap saja kita tidak boleh meremehkan,” kata Ganjar, Selasa (15/2/2022)

Menyikapi fenomena tersebut, Ganjar minta Kabupaten atau Kota agar tidak melakukan kunjungan luar kota. Khususnya wilayah yang memiliki angka kasus Covid-19 yang masih tinggi.

“Saya minta seluruh ASN yang mau meninggalkan kantor, ke luar kota, wajib lapor pada pimpinan sekarang. Agar kita bisa kontrol,” tegas Ganjar.

Ganjar menambahkan, meski pemerintah memprediksi lonjakan kasus sampai ahir Februari dan terjadi penurunan di awal Maret. Kendati demikian, Ganjar tetap menghimbau agar masyarakat khususnya ASN tetap menegakkan protokol kesehatan (prokes) dan menahan untuk berpergian ke luar kota.

“Kalau ramalannya kan sampai dengan akhir Februari  dan awal Maret itu akan terjadi penurunan. Ramalannya itu, tapi lebih baik jaga diri untuk buktikan ramalan itu. Jaga diri, prokes ketat. Sehingga di Brebes saya minta cek dan ini menjadi pengalaman bagi yang lain,” imbuh dia. 

Diketahui, , jumlah ASN peserta Bimtek yang terdata sebanyak 58 orang. Mereka diperiksa di dua puskesmas, masing masing Bantarkawung 35 orang dan Buaran 22 orang, satu orang lagi belum diperiksa karena sedang di luar kota.

Dari pemeriksaan tersebut, 35 orang yang diperiksa hanya 32 orang, tiga lainnya batal karena sedang sakit. Hasil pemeriksaan rapid swab antigen terhadap 32 orang itu, 20 orang dinyatakan positif. (Wan/JT02)