JawaTengah.Online – Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Agus Suryo Nugroho, mengatakan penerapan one way kedua di jalan tol pada Jumat (29/4/2022) ini masih terkendali. Pihaknya telah memastikan melalui pantauan arus lalu lintas dari Kota Semarang menuju Kabupaten Brebes, Jumat (29/4/2022), menggunakan helikopter. 

“Arus lalu lintas pada saat one way, cukup terkendali. Tak ada pelambatan, bahkan tak ada lonjakan arus kendaraan yang signifikan,” kata Agus.

Bahkan, lanjut Dirlantas, kondisi jalur pantura juga nampak sama. Yaitu belum adanya kenaikan signifikan terkait volume kendaraan pemudik. 

Lebih lanjut, tak adanya kepadatan arus kendaraan ini disebabkan oleh berbagai faktor. Seperti program mudik gratis dari pemerintah pusat, banyaknya warga yang memilih mudik naik kereta hingga adanya berbagai jalur alternatif. 

“Apalagi ada beberapa pilihan jalur. Seperti yang dari Jawa Barat dan sekitarnya bisa lewat jalur selatan, terus yang dari Pejagan Brebes bisa lewat Ajibarang,  juga masuk selatan. Sehingga di pantura (arus kendaraan) tak tertumpuk. Tol karena kena one way, arus terkendali,” jelas dia.

Saat ditanya mengenai prosentase kenaikan volume kendaraan pemudik, Agus belum bisa memastikan jumlahnya. Hal ini karena harus berdasar data mendalam. 

“Hanya saja tadi malam dan kemarinnya, peningkatan volume kendaraan sebesar 21 persen dibanding hari biasa. Ini dilihat dari jumlah kendaraan yang melintas di tol,” pungkas dia.

Sementara itu, Kepala Pos Pengamanan (Kapospam) Gerbang Tol (GT) Kalikangkung, Ipda Riyadi, menyampaikan mendekati Lebaran jumlah kendaraan yang memasuki Kalikangkung makin hari semakin bertambah. Bahkan, arus lalu lintas pada sore hari sempat mengalami padat merayap.

“Mendekati hari raya makin ada penambahan, ditambah sudah mulai libur curi bersama. Terahir sore (pukul 17.00 WIB) sangat padat ramai, sudah rekayasa keluarkan di ujung tol Krapyak, terutama sebagian Jatingaleh, biar tidak terjadi penumpukan,” terang Riyadi.

Mengenai jalur pantura, imbuh Kapospam, arus hanya terpantau padat mengalir. Sebab, bersamaan dengan  aktivitas masyarakat di sore hari dan adanya kebijakan rekayasa lalu lintas di ujung tol Krapyak.

“Himbauan kami, kalau bisa lewat jalur alternatif, lewat selatan. Karena disarankan untuk lewat jalur selatan, agar tidak terjadi penumpukan di jalan tol trans jawa,” tutup dia. (Wan/JT02)