JawaTengah.Online – Semarang Utara tepatnya di kawasan Pelabuhan Tanjungmas, Semarang, mengalami banjir rob yang terjadi sejak Senin (23/5/2022), pukul 12.30 WIB. Peristiwa tersebut, terjadi akibat tanggul jebol yang tidak kuat menahan tekanan air. 

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono, mengatakan kronologi tanggul jebol berawal dari informasi ketinggian rob dari BMKG. Yakni rob yang semakin meninggi hingga mengakibatkan tanggul jebol. 

“Informasinya ada rob cukup tinggi, karena tanggul itu nggak bisa nahan (volume air), artinya (akhirnya) jebol,” kata Winarsono, saat dikomfirmasi, Senin (23/4/2022). 

Mengenai usia tanggul, Winarsono kurang mengetahui secara pasti. Namun, ia tidak menampik bila usia tanggul sudah lama. 

“Tanggulnya itu tanggul lama, tahunya (awal berdiri) kurang tau,” pungkas dia. 

Lebih lanjut, BPBD Kota Semarang juga belum bisa menginformasikan mengenai berapa meter kejebolan tanggul tersebut. Sebab, pihaknya saat ini masih fokus pada penanganan evakuasi. 

“Jebolnya betapa meter, belum sampai dapet informasi lapangan. Karena ini  posisi masih sibuk evakuasi,” lanjut dia.

Evakuasi tersebut, yaitu dilakukan kepada setiap warga Tambak Lorok, Kelurahan Tanjungmas dan buruh pabrik di kawasan pelabuhan. Mereka dievakuasi menuju ke tempat yang tidak ada genangan air. 

“Sementara hanya evakuasi, belum ada posko pengungsian yang dibuka. Permintaan evakuasi sementara kami amankan (lakukan) dulu,” tutup dia. (Wan/Jt02)