JawaTengah.Online – Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (Disnakkeswan) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Agus Wariyanto, menjelaskan kenapa alokasi vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tiap kabupaten atau kota berbeda.
Padahal, target awal alokasi vaksin tersebut adalah 4 persen tiap wilayah.
Merujuk dari data rencana pelaksanaan vaksinasi PMK basis data populasi ternak kabupaten atau kota Jateng, Kabupaten Blora mendapat alokasi tertinggi yakni 11.000 vaksin. Sedangkan terendah, ada Kota Tegal, Kota Surakarta, Kota Magelang dan Kota Pekalongan yang masing-masing hanya mendapat 100 alokasi vaksin.
“Sebenarnya kita sudah hitung, rata-rata Jateng itu (alokasinya) 4 persen. Kenapa Blora tertinggi dan lainya ada yang rendah? Karena kita sudah tawarkan, ternyata ada kesulitan, baik dari sarana prasarana dan SDM (sumber daya manusia). Jadi kita tawarkan, kuatnya berapa, itu yang kita alokasikan. Terus Blora itu, kenapa bisa banyak, karena mereka sangat siap,” kata Agus, saat dikomfirmasi, Selasa (27/6/2022).
Penyesuaian sesuai kemapuan daerah tersebut, jelas Agus, agar penyerapan vaksinasi PMK ini bisa maksimal. Sehingaa, tidak ada vaksin yang terbuang sia-sia karena belum bisa disuntikan.
“Jadi jangan sampai dikasih vaksin, tapi tidak diimplementasikan. Kemudian vaksin ini kan, diperuntukan untuk ternak yang sehat, sedangkan yang sakit harus diobati. Makanya ini teman-teman kabupaten/kota juga masih memilah-milah ternak yang sehat betul. Jangan sampe ternak yang sakit divaksin,” jelas dia.
Lebih lanjut, setiap satu botol vaksin PMK yang diambil, disebut berisi 100 dosis. Sehingga, dalam implementasinya satu botol harus habis secara keseluruhan.
“Jadi tingkat serapanya memng agak terlambat. Tapi saya yakin bisa terpenuhi,” lanjut dia.
Sebagai informasi, kegiatan atau jadwal Vaksinasi PMK di Jateng telah ditarget oleh Pusat atau Ditjen PKH, Kementan pada tanggal 25 Juni sampai dengan 2 Juli 2022. Hingga saat ini, Jumlah ternak yang telah divaksin ada sebanyak 3.017 ekor. (Wan/JT02)
