JawaTengah.Online – Harga bahan bakar minyak atau BBM yang naik membuat para sopir angkot harus menyesuaikan tarif pelayananya. Bahkan, prakiraan tarif angkot kedepan bisa naik hingga 50 persen.
Ketua Organisasi Angkutan Darat (Organda) Kota Semarang, Bambang Pranoto Purnowo, mengatakan pihaknya telah bersurat ke Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Semarang. Tujuannya, agar tarif angkot tersebut dapat disamaratakan.
“Prakirakan kenaikan tarif angkotnya 50 persen. Karena dari kenaikan BBM, berakibat adanya kenaikan suku cadang. Menghitungnya disitu,” kata Bambang saat dihubungi, Senin (5/9/2022).
Bambang menyampaikan, saat ini tarif angkot berkisar Rp 3.500 ribu. Kedepan, kenaikan itu bisa menyentuh angka Rp 6.000 Ribu.
“Prakiraan kami minimal jadi Rp 5.000 ribu. Itu (tarif) semua rute. Kalau anak sekolah beda, kemarin Rp 1.000 ribu sekarang bisa 2.000,” beber dia.
Bambang pun berharap penyesuaian tarif angkot tersebut dapat segera keluar. Setidaknya, pada pekan atau minggu ini.
“Kenaikan ini kan, kewenangannya kota, kami sudah berkirim surat ke (ke Dishub Kota Semarang), Biar mereka (Dishub Kota Semarang) membuat surat ke pak walinya, sehingga ada kajian. Semoga bisa secepatnya (keluar),” harap dia.
Sementara itu, Kepala Dishub Kota Semarang, Endro Pudyo Martantono membenarkan terkait adanya surat tersebut. Namun saat ini, pihaknya belum bisa menyampaikan informasi lebih lanjut.
“Benar, sudah kita terima (surat dari Organda Kota Semarang). Akan kita kordinasikan dulu dengan Dishub Provinsi. Tunggu (informasi lebih lanjut),” tutup Endro. (Wan/JT02)
