JawaTengah.Online – Dalam rangka bakti sosial, Tim Penggerak (TP) Pembinaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) membuka pengobatan gratis dengan menggandeng Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Tugurejo Semarang. Diketahui, sejumlah warga sangat bahagia saat mendaftar untuk pengobatan gratis di GOR Desa Pagersari, Kecamatan Mungkid, Kabupaten Magelang (31/3).

Ketua TP PKK Jateng, Atikoh Ganjar Pranowo mengatakan, tidak hanya pengobatan gratis, berbagai kegiatan diselenggarakan pada Baksos yang digelar dalam rangkaian Hari Kesatuan Gerak PKK ke-50 Tahun 2022 ini. Mulai dari bantuan sembako, bibit tanaman, jamban, fasilitas bank sampah, IVA test, pelatihan, hingga perpustakaan keliling.

“Kegiatan kali itu bekerja sama dengan TP PKK Kabupaten, Baznas (Badan Amil Zakat Nasional) Provinsi Jateng, serta OPD (Organisasi Perangkat Daerah) pemprov (Pemerintah Provinsi). Untuk pengobatan gratis dengan sasaran 300 orang dari warga Desa Pagersari dan sekitarnya, melibatkan dokter umum, spesialis saraf, penyakit dalam dan anak,” kata Atikoh, sapaan akrabnya.

Selain itu, lanjut Atikoh, ada pula dokter yang memberikan edukasi tentang kesehatan, termasuk cara cuci tangan pakai sabun. Ia berharap, hal tersebut bisa membantu masyarakat untuk hidup sehat.

“Tadi kebanyakan mereka yang darah tinggi, pegal-pegal, boyoken. Mungkin kaitannya penyakit saraf karena di sini sedang musim panen, sehingga ibu-ibu pada ke sawah untuk panen, dan tentunya bawa barang berat. Terima kasih dokter-dokter dari RSUD Tugurejo. Masyarakat juga dapat edukasi PHBS, stunting, sehingga harapannya bisa mencegah stunting,” lanjut dia.

Atikoh menilai, bakti sosial kali itu terintegrasi dengan melibatkan OPD. Bahkan Baznas hadir dengan memberikan bantuan pelatihan bagi warga, sehingga dapat mendorong peningkatan perekonomian masyarakat. 

Kepada masyarakat, Atikoh kembali mengingatkan agar tidak lengah, meski Omicron mulai melandai. Tetap perhatikan dan disiplin protokol kesehatan (prokes), agar kasus Covid-19 tidak lagi meningkat.


“Kita sudah belajar dua tahun, tinggal bagaimana kita menerapkan kebiasaan baru itu. Pakai masker harus, sehingga aktivitas berjalan normal, terhindar dari virus Covid-19. Gaya hidup sehat harus terus dilakukan, pola makan sehat, aktivitas fisik tetap harus dilanjutkan,” tutup dia. (Wan/JT02)