JawaTengah.Online – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) menghibahkan Rp 281 Miliar kepada Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Jateng. Hibah tersebut, untuk bantuan insentif pengajar keagamaan dan Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Daerah Madrasah Aliyah (MA).
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, penyerahan hibah dilakukan dalam Rapat Kerja Kanwil Kemenag Jateng dengan tema Transformasi Layanan Umat. Acara diikuti oleh perwakilan Kanwil Kemenag dari 35 kota kabupaten se-Jateng termasuk masing-masing pemuka keagamaan.
“Sebenarnya guru ngaji saya (ngajarin) kalau mau nyumbang itu nggak usah pamer, ini malah dipamerkan. Tapi kalau kita kan transparan karena duitnya rakyat,” kata Ganjar, sapaan akrabnya.
Ganjar berharap, bantuan ini menambah semangat para pengajar agama. Termasuk dalam membangun suasana solidaritas di masyarakat.
“Guru agama, penyuluh agama, itu menjadi sangat penting untuk melakukan moderasi beragama sekaligus membikin rukun dan guyubnya masyarakat,” harap dia.
Selain itu, Ganjar juga menyerahkan sejumlah penghargaan dan sertifikat pendidik kepada tujuh orang pengajar agama. Pemberian prestasi ini, dinilai bisa memotivasi yang lain untuk berpikir lebih luas dalam konteks agama.
“Kegiatan yang dilakukan oleh sekolah-sekolah agama itu menarik. Tidak hanya agamanya aja dia bicara olahraga, bicara sains, bicara kompetisi yang sehat, menurut saya itu bagus sekali,” jelas dia.
Mantan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu mengatakan, inovasi semacam ini menjadi modal untuk membangun kondusifitas jangka panjang.
“Menurut saya ini jadi champion, pionir-pionir yang kita harapkan mempengaruhi yang lain. Nah kontennya bisa macem-macem, oh bagaimana sekolah itu moderat, gimana di sekolah itu tidak ada perundungan,” pungkas dia.
Apalagi saat ini, lanjut Ganjar, marak kasus kekerasan anak dan perempuan. Sehingga, penghargaan dalam rapat kerja ini memotivasi dan memberikan semangat untuk menghasilkan rancangan program kerja yang baik.
“Ini motivasi untuk berprestasinya itu ditonjolkan, kalau itu dilakukan maka akan betul-betul menciptakan situasi yang anak-anak menatap masa depan dengan yakin didampingi guru-guru yang hebat,” tutup dia. (Wan/JT02)
