SEMARANG – Setelah kenaikan Bahan Bakar Minyak atau BBM akhir pekan lalu, pemerintah pusat kemudian menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) untuk masyarakat tidak mampu di seluruh pelosok Indonesia. Khusus Provinsi Jawa Tengah (Jateng) ada sebanyak 3.240.672 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) BLT tersebut. 
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Provinsi Jawa Tengah (Jateng), Harso Susilo, mengatakan penerima BLT tersebut yakni KPM Program Keluarga Harapan (PKH), KPM Program Sembako dan KPM Program Sembako non PKH. Berdasarkan data yang pihaknya terima, total ada 3.240.672 penerima.

“Bansos BLT BBM dari Kemensos itu disalurkan PT Pos (tiap kabupaten/kota),” kata Harso saat dihubungi, Rabu (7/9/2022).

Harso menyampaikan, 3.240.672 KPM tersebut tersebar di seluruh kabupaten/kota di Jateng. Rincian tiga terbanyak ada di Kabupaten Banyumas (249.059 KPM), Kabupaten Brebes (204.720 KPM) dan Kabupaten Grobokan (158.741 KPM). 

“(Data dengan sedikit penerima) Kota Magelang 8.986 KPM, Kota Salatiga 9.089 KPM, Kota Tegal 17.757 KPM,” rincinya dalam data penerimaan. 

Sekadar informasi, sebelumnya Dinsos Jateng menghimbau tiap Dinsos di Kabupaten/Kota bisa menyiapkan data yang akurat, sehingga proses penyaluran bantuan bisa tepat sasaran. Sebab, data terpadu kesejahteraan sosial (DTKS) adalah data induk yang berisi data keperluan pelayanan kesejahteraan sosial, penerima bantuan dan pemberdayaan sosial, serta potensi dan sumber kesejahteraan sosial. 

Pemerintah juga telah siap menyalurkan BLT pengalihan subsidi BBM kepada 18,4 juta KPM dari total 20,6 juta KPM. BLT BBM tersebut merupakan salah satu dari paket bantuan sosial pemerintah setelah mengalihkan subsidi BBM, dengan menganggarkan bantuan sosial pengalihan subsidi BBM sebesar Rp24,17 triliun. (Wan)