JawaTengah.Online – Ratusan warga nampak mengantri di distributor kantor pos Erlangga, Kecamatan Semarang Timur, Kota Semarang, Senin (11/4/2022) siang. Di bawah terik matahari itu, warga yang terdiri dari dewasa hingga lanjut usia (lansia) diketahui sudah mengantri dari pagi untuk mendapatkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) minyak goreng (migor) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT).
Mereka mengantre BLT migor seharga Rp 300 ribu untuk tiga bulan dan BPNT 200 ribu per bulan. Terpantau, hingga sekitar pukul 14.00 WIB, antrean ini pun masih terjadi.
Meski antrean panjang, warga terlihat tertib dan kondusif. Masing-masing dari mereka membawa nomor girik yang nantinya akan dipanggil sesuai urutan.
Usai dipanggil, mereka diarahkan ke ruangan untuk melakukan pendataan atau cek administrasi. Kemudian, bantuan tersebut akan diserahkan secara langsung.

Seorang warga Kelurahan Pekunden, Sulaseh (62) mengatakan, sudah mengantri sekira pukul 10.30 WIB. Ibu dengan tiga anak itu mendapatkan antrian nomor 326.
“Sudah dari pagi. Ini mau ngambil bantuan (BLT migor dan BPNT), kayaknya bisa sampe sore kalau liat nomor antrian,” kata Sulaseh, di sela-sela mengantri.
Saat ditanya mengenai BLT migor tersebut, Sulaseh tidak menampik apabila jumlah yang digelontorkan masih belum cukup. Namun, ia menyampaikan hal itu turut mengurangi beban.
“BLT 300 ribu 3 bulan kalau dibilang mencukupi ya tidak, tapi Alhamdulillah, cukup meringankan,” kata Sulaseh yang juga pedagang nasi rames itu.
Sulaseh berharap, pemerintah tidak hanya memberikan bantuan berupa BLT namun bisa menstabilkan harga migor. Selain itu, ia mengaku sampai saat ini stok di pasaran pun juga sulit dicari.
“Harapannya harga bisa segera stabil, soalnya kan belakangan ini nyari juga masih sulit. Terus kalau ada masih mahal, 1 kemasan per liter 24 ribu,” ungkap dia.
Senada, Yuli (48), sudah mengantri sedari pagi namun baru mendapatkan bantuan itu sekira pukul 13.00 WIB. Kendati demikian, ia juga menyampaikan bantuan yang digelontorkan belum dirasa cukup.
“Dengan bantuan ini, saya pribadi 300 ribu tiga bulan itu tidak begitu besar. Tapi cukup meringankan lah. Kalau harapannya, yaa semoga harga bisa kembali stabil,” pungkas Yuli yang juga pedagang gorengan itu.
Kesempatan sama, Kepala Kantor Pos Airlangga Semarang, Hartoyadi menyampaikan, terdapat 580 warga yang menerima BLT migor dan BPNT hari ini. Namun, sampai sore ini pihaknya belum bisa menyebutkan berapa yang telah terserap.
“Total ada 580 hari ini dari 4 kelurahan. Ini dibuka sampe sekitar jam 4. Untuk pengawasan ke depan agar tidak salah penggunaan, maka pendamping desa yang mengawasi, kami hanya menyalurkan,” imbuh dia. (Wan/JT02)
