SEMARANG – Angka kematian Ibu (AKI) di Kota Semarang sepanjang tahun 2022 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun 2021. Kendati demikian, untuk angka kematian bayi (AKB) tahun ini tercatat masih cukup tinggi meski tak sebanyak tahun 2021.
Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota (DKK) Semarang, AKI di daerahnya tercatat ada 5 kematian dan AKB tercatat ada 85 kematian. Sedangkan pada tahun 2021, tercatat ada 21 AKI dan 133 AKB.
“Memang AKB masih terbilang agak tinggi. Tapi untuk AKI sudah dapat ditekan dibanding tahun kemarin. Meski ini baru berjalan pertengahan tahun, semoga teman-teman tetap bisa menekan angka itu (AKI-AKB),” kata Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat (Kesmas) DKK Semarang, Yuli Kurniasih Purwanti, saat dihubungi Selasa (13/9/2022) malam.
Terkait faktor yang mempengaruhi kematian itu, khususnya AKB yang masih cukup tinggi, Yuli menerangkan diantaranya karena kelainan kongenital, asfiksia, penyakit infeksi dan berat badan lahir rendah (BBLR). Bahkan, ia juga tak menampik bila faktor ekonomi turut mempengaruhi.
“Kalau infrastruktur saya rasa tidak. Karena Kota Semarang sudah memenuhi, dari sarana prasarana hingga pembangunan jalan. Untuk segi ekonomi jelas ada, tapi belum kami rinci karena apa, tapi bukan kurang makan, mungkin lebih ke pemenuhan gizi. Untuk dari (data) kami kejadian kasus adalah mereka tang kondisi keturunan (orangtua mempunyai penyakit bawaan),” beber dia.
Sebagai upaya menekan angka kasus yang cukup tinggi meski baru berjalan setengah tahun itu, Yuli menegaskan sosialisasi dan edukasi terus digencarkan hingga lapisan terbawah. Mulau dari membidik remaja, calon pengantin hingga mereka yang akan menginjak ibu hamil.
“Remaja ada kegiatan konseling di masing-masing Pukesmas, terkait kesehatan untuk bekal menjadi seorang ibu. Terus calon pengantin, tidak akan dinikahkan kalau belum ada konseling di Pukesman. Untuk ibu hamil, ada jejaring SiGaspol (Sitem Gasurkes Pelaporan Online), Teman Bunda dan lainya, pengetahuan atau penbekalan sampai punya anak,” tutup dia.
Sekadar informasi, bagi ibu hamil, ibu nifas dan bayi akan mendapatkan pendampingan (homecare) oleh petugas Surveilans Kesehatan Ibu dan Anak (Gasurkes KIA) yang akan berkunjung ker rumah klien sebagai upaya preventif dan promotif untuk mencegah kehamilan risiko tinggi. Data semua ibu hamil dan ibu nifas itu tercatat melalui sistem berbasis android yaitu SiGaspol.
Selain mendapatkan edukasi, penyuluhan, ibu hamil-ibu nifas dan bayi juga dapat mengunduh Aplikasi Sayang Bunda melalui play store android yang memiliki fitur-fitur yang bermanfaat bagi ibu hamil dan keluarga. Antara lain go bumil untuk permintaan pendampingan oleh petugas kesehatan, kalender kehamilan, artikel kesehatan, request penampingan, calling AmbulanceHebat, dan informasi layanan kesehatan di Kota Semarang. (Wan)
