JawaTengah.Online — Ketua Dewan Kehormatan Persatuan Wartawa Indonesia (PWI), H. Ilham Bintang pernah bercita cita jadi dokter, tetapi akhirnya jadi wartawan. Dikenal sebagai perintis jurnalistik infotainment, baik dalam bentuk siaran televisi maupun dalam bentuk tabloid mingguan.
Banyak media yang menurut Ilham tidak siap menghadapi disrupsi, bahkan ada yang mindsetnya masih lama. Transformasi ke media digital memang mempersempit peran media mainstream. Namun faktanya banyak media sosial yang bisa meyajikan informasi yang dibutuhkan dengan cepat.
Dalam wawancara di kanal Inspirasi Untuk Bangsa, Ilham Bintang mengatakan, saat ini hambatan besar yang cukup berat dihadapi adalah disrupsi media, Tidak hanya itu, problem teknologi juga sedikit banyak menjadi kendala. Itulah yang menyebabkan banyak media online yang kesulitan menemukan modal dan gagasan bisnisnya sendiri sebagai peran media informasi.
“Jadi berdasar dari data Dewan Pers, jumlah media yang masih jalan saat ini itu sekitar 42 ribu atau 52 ribu gitu. Saya tidak tahu pastinya, tapi ya itu paling cuman berapa yang hidup? Terus yang masih hidup paling cuma di dalam grup WA. Teman teman banyak yang frustasi karena ketika sudah diverifikasi sama Dewan Pers, seolah-olah sulit untuk mendapat uang,” ungkap Ilham.
Transformasi
Ilham juga menyampaikan, hanya media sosiallah tempat dimana mereka mempromosikan kegiatan mereka. Jadi mereka dapat menemukan cara untuk bagaimana mereka bisa mensosialisasikan program mereka. Sebagai contoh bapak Presiden Jokowi sudah mengawali menggunakan medsos seperti Twitter, Instagram, Youtube untuk mensosialisasikan kegiatannya.
Di sisi lain, media sendiri tidak selalu menikmati hasil transformasi itu sendiri. Berkomunikasi dengan masyarakat tidak semudah yang dikira, karena masyarakat sudah menaruh persepsi yang tidak cukup baik kepada mereka. Terutama soal transparansi media tentang kasus-kasus seperti korupsi dsb membuat kepercayaan publik semakin menurun.
Jadi media hendaknya harus tahu, paham tidak mereka etika berkomunikasi dengan publik gitu. Karena bagi sebagian masyarakat, informasi dari wartawan itulah sumber yang mereka bisa percaya,” pungkasnya. (Riski/JT02)
Selengkapnya bisa ditonton di video PERINTIS JURNALISTIK INFOTAINMENT
