JawaTengah.Online — Meski Dinas Perhubungan (Dishub) dan Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) provinsi Jawa Tengah telah mempersiapkan skenario terkait mudik Lebaran tahun 2022 ini. Namun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Jawa Tengah masih menunggu evaluasi secara menyeluruh terkait skema penanganan pengendalian Covid-19 menjelang Lebaran Ramadhan tahun ini.

Hal itu disampaikan Kepala Dinkes Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar, melalui sambungan telepon, Rabu (16/3/2022). Ia mengatakan, pihaknya belum bisa memaparkan skenario lebih jauh lantaran masih tahapan evaluasi.

“Menunggu evaluasi secara menyuruh. Tiap hari dan mingguan ada pantauan. Untuk seluruh Indonesia termasuk Jawa Tengah,” kata Yunita, sapaan akrabnya.
Sedangkan mengenai berjalannya kebijakan pelonggaran pelaku perjalanan domestik yang tidak diwajibkan menunjukan hasil tes negatif Reverse Transcriptase-Polymerase Chain Reaction (RT-PCR) dan antigen, Yunita mengungkapkan jika aturan tersebut berjalan baik. Pasalnya, kebijakan yang diambil pemerintah telah difikirkan matang-matang.

“Termasuk pemberian lampu hijau mudik kali ini, nantinya juga berdasarkan hasil evaluasinya (Covid-19) bagaimana. Prinsipnya, Pemerintah dalam membuat ketentuan pasti sudah dengan banyak pertimbangan. Termasuk terkait perlindungan kesehatan bagi masyarakat,” jelas dia.

Sebab itu, lanjut Yunita, untuk mensukseskan setiap kebijakan yang dialmbil pemerintah, masyarakat diminta dapat segera melaksanakan vaksnasi. Baik yang belum vaksin sama sekali maupun vaksin ke dua dan ke tiga.


Lebih lanjut, penerapan protokol kesehatan (prokes) juga harus selalu ditegakan bagi mereka yang telah tervaksin maupun belum. Kemudian, masyarakat dihimbau untuk menghindari moblitas atau tempat kerumunan.

“Masyarakat harus segera lakukan vaksin (satu, dua dan bosster). Supaya Herd Immunity (kekebalan tubuh) 70 persen bisa tercapai, segera transisi (Endemi) .tentu dengan recovery untuk kemudian endemi,” lanjut dia.

Sedangkan mengenai capaian vaksinasi di Jawa Tengah, sampai hari ini Dinkes menyebut total yang telah tervaksin dosis pertama ada 91.43 persen, dosis ke dua 77.91 persen dan dosis ke tiga sebanyak 7.44 persen. Capaian tersebut dari total 28.727.805 sasaran yang tersebar di sepanjang provinsi.


Lebih rinci, petugas publik untuk dosis pertama ada 102.00 persen, dosis ke dua 94.27 persen dan dosis ke tiga 6.87 persen. Masyarakat pada dosis pertama 75.71 persen, dosis ke dua 63.98 persen dan dosis ke tiga 7.44 persen.

Untuk lanjut usia (lansia) dosis pertama ada 77.05 persen, dosis ke dua 62.28 persen dan dosis ke tiga 9.49 persen. Remaja pada dosis pertama 97.91 persen, dosis ke dua 89.65 persen dan dosis ke tiga 0.40 persen.

Sedangkan pada anak-anak capaian vaksinasi dosis pertama sebanyak 90.68 persen, dosis ke dua 71.86 persen. Untuk capaian booster atau dosis ke tiga pada anak-anak masih 0.00 persen. (Wan/JT02)