JawaTengah.Online – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) meminta seluruh jajaran Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Jateng untuk siaga bencana. Bahkan, pihaknya memerintahkan pada semua anggota BPBD dan dinas terkait untuk patroli memantau daerah rawan bencana serta mengurangi tidur.
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, semua pihak harus standby dan pemantauan titik-titik rawan harus digencarkan. Mulai dari cek kondisi terkini hingga kordinasi dengan teknis terkait.


“Cek terus kondisinya, kalau terjadi bencana selamatkan manusianya. Setelah itu, koordinasikan dengan teknisnya. Sudah jalan sekarang dan saya dilapori terus tiap hari,” kata Ganjar, sapaan akrabnya.

Ganjar menyampaikan, kondisi bencana di Jateng hari ini sudah berangsur membaik. Beberapa daerah yang terkena banjir, sudah mulai surut dan pengungsi sudah mulai kembali ke rumah.

“Logistik juga semua siap. Tapi saya minta tetap siaga karena potensi bencana masih ada,” pungkas dia.

Saat mengecek banjir di Purworejo, Banyumas dan Kebumen kemarin, Ganjar mendapat informasi bahwa curah hujan sangat tinggi. Bahkan kategorinya sudah masuk ekstrem, karena lebih dari 200 mm.

“Hal itu membuat beberapa tanggul jebol. Maka saya minta bantuan bupati/wali kota untuk patroli sungai-sungai yang ada di daerahnya. Kalau ada titik rawan, harus segera komunikasi dengan BBWS (Balai Besar Wilayah Sungai) sebagai pemegang kewenangan untuk dicarikan solusi,” ungkap dia.

Beberapa tanggul yang jebol saat ini, lanjut Ganjar, akan segera diperbaiki. Saat banjir surut dan hujan reda, maka lokasi titik tanggul jebol akan diperbaiki secara permanen oleh BBWS.

“Yang titik rawan lainnya, yang sifatnya darurat otomatis harus dilakukan secara bersama-sama. Inilah pentingnya patroli sungai oleh jajaran pemkab di daerahnya masing-masing,” lanjut dia.

Ganjar juga terus menghimbau agar semua pihak mencermati laporan BMKG (Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika). Semua informasi harus dipantau tiap hari dan disampaikan pada masyarakat.

“Kita harus siaga, meski kita harus harmoni dengan alam, tapi teknologi pengetahuan yang ada mesti kita optimalkan. Insyaalah kawan-kawan di Jateng semua siap,” tutup dia. (Wan/JT02)