JawaTengah.Online – Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) memastikan pengusaha di Jawa Tengah (Jateng) akan membayar tunjangan hari raya (THR) tepat waktu tanpa dicicil. Termasuk mematuhi kebijakan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) yang meminta pengusaha untuk membayarkan THR paling lambat tujuh hari sebelum Idul Fitri.
Kepala APINDO Jateng, Frans Kongi mengatakan, meski kondisi perekonomian di Indonesia baru saja membaik, namun para pengusaha di bawah keanggotaannya akan berkomitmen memberikan hak THR kepada para pekerja. Yakni sesuai dengan kebijakan yang telah ditetapkan Kemnaker.
“Sudah dari dulu perusahaan berkomitmen (memberikan THR). Karena buruh bersama kita sebagai mitra kerja. Kita berkomitmen memberikan THR kepada buruh dan saya optimis tahun ini lancar,” kata Frans, melalui sambungan telepon, Selasa (19/4/2022).
Kendati demikian, Frans tidak menampik apabila masih ada satu atau dua perusahaan yang akan kesulitan memberikan THR sesuai aturan tersebut. Namun, ia sudah berkordinasi kepada tiap pengusaha di bawah keanggotaannya apabila hal tersebut memang terjadi.
“Mungkin memang akan ada yang masih di luar aturan, tapi itu (pengusaha), tidak banyak. Setidaknya kalau memang ada, kami sudah intruksikan kepada mereka (pengusaha) kalau kesulitan dengan keuangan untuk berbicara dengan para buruh, menemukan titik tengah, terus bicara dengan pemangku kebijakan, Kemnaker. Tapi tetap saja, saya harapkan semua bisa on time, dan saya optimis lancar,” pungkas dia.
Sekali lagi Frans menegaskan, membayarkan THR secara menyeluruh telah menjadi komitmen APINDO Jateng. Bahkan, pihaknya telah mengecek secara menyeluruh di tiap pengusaha di bawah keanggotannya untuk memastikan kelancaran pembayaran THR keagamaan tahun ini.
“Itu komitmen kita. Insya Allah semua dapat berjalan secara lancar. tapi memang sekali lagi tidak ditutup kemungkinan ada satu, dua perusahaan masih berat. Sebab kita baru proses recovery (perbaikan ekonomi),” tegas dia.
Mengenai pertumbuhan perekonomian pada sektor usaha di Jateng, pihaknya menyebut ada kenaikan sebesar 2 persen dibanding tahun sebelumnya.Terkait keanggotaan, APINDO Jateng memiliki 1,600 pengusaha yang tersebar di tiap Kabupaten atau Kota dan kebanyakan adalah industri manufaktur.
“Meski pertumbuhan sudah baik, tapi kita masih terpukul dua tahun lalu. Jadi ini masih proses recovery, belum pulih seluruhnya, masih timpang-timpang,” tutup dia. (Wan/JT02)
