JawaTengah.Online – Sebagai upaya mengatasi kelangkaan dan harga minyak goreng (migor) curah yang masih bergulir sampai saat ini. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Tengah (Jateng) alokasikan 900 liter pada operasi pasar kali ini.
Melalui kepala Bidang (Kabid) Perdagangan Dalam Negeri Disperindag Jateng, Mochamad Santoso mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Kementerian Perdagangan (Kemendag), Dinas Perdagangan (Disdag) Kota atau Kabupaten, Bulog dan penyedia jasa minyak goreng curah. Namun, untuk saat ini operasi pasar hanya dilakukan di Kota Semarang.
“Untuk yang curah masih di Kota Semarang. Tapi yang kemasan, kami sudah (kabupaten atau kota lain) dari Januari kemarin. Hari ini mulai kerjasama dengan PT Best. kami mulai kirim ke tujuh kabupaten atau kota hari ini. Terus kita akan lakukan operasi pasar di seluruh Jateng,” kata Santoso, saat melakukan operasi pasar di Pasar Karangayu, Kecamatan Semarang Barat, Senin (21/2/2022).
Santoso mengungkapkan, pada operasi pasar kali ini pihaknya menjual minyak goreng curah kepada pedagang seharga 10.500 per liter. Hal ini, untuk meratakan harga pasaran migor agar tidak lebih dari 11.500 per liter.
“Karena masih ada selisih harga, pedagang bisa jual di konsumen sesuai dengan harga net 11.500 per liter. Karena netnya segitu,” ungkap Santoso.
Saat ditanya mengenai sampai kapan operasi pasar ini akan digencarkan, Santoso tidak menyebut secara pasti. Namun, jika harga minyak goreng curah sudah stabil Disperindag Jateng tidak akan melaksanakan operasi pasar kembali.
“Kita melihat harganya bagaimana, fluktuasinya (gelaja naik turun) kalo sudah normal, sudah wajar, kita tidak lakukan operasi pasar lagi. Tapi kemarin kita pantau dua minggu lalu itu, justru harga minyak goreng curah itu yang tinggi dibanding harga kemasan. Maka kita operasi pasar kan, tapi yang curah dulu kita utamakan,” terang Santoso.
Sedangkan mengenai penyebab, lanjut Santoso, permasalahan minyak goreng curah berkaitan dengan kondisi eksternal atau luar negeri. Yakni harga minyak goreng curah di luar negeri lebih bagus dari pada di Indonesia.
“Jadi harga di luar negeri memang bagus dan kita penyuplai utama minyak sawit. Lalu ini kan permasalahan harga, bagusnya pemerintah sudah melalui Permendagri (Peraturan Menteri Dalam Negeri) No 6 tahun 2022 itu, kebijakannya DMO (Domestic Market Obligation) bahwa setiap ekspor harga ada 20 persen ditinggal di lokal. Jadi sekarang kita yang ngatur harganya. Lagian kan, kita yang punya sawitnya,” lanjut dia.

Kesempatan sama, Srihadi (53) salah satu pedagang mengatakan, minyak goreng curah operasi pasar ini akan dijual dengan harga 12.500 per liter. Ia menyebut, hanya mengambil keuntungan 1000 rupiah.
“Untungnya 1000 perak saya. Soalnya tak jual 12,500. Ini ngambil 80 kilo,” kata Srihadi.
Senada, Suryani (60), salah satu warga yang mengantri minyak goreng curah menambahkan, sangat terbantu dengan adanya operasi pasar ini. Sebab, sebelumnya ia harus mengeluarkan harga tinggi untuk membeli minyak goreng curah.
“Terbantu mas, soalnya kemarin beli harganya masih mahal. Dua liter 32 ribu. Tapi ini ikut ngantri bukan buat dijual kembali. Cuma untuk kebutuhan rumah tangga saja,” imbuh Suryani. (Wan/JT02)
