JawaTengah.Online – Mengingat saat bulan puasa permintaan kebutuhan pokok masyarakat meningkat. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) berupaya memastikan ketersediaan komoditas dan kondisi pangan agar tetap aman menjelang Ramadan.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengatakan, upaya tersebut dengan melakukan pengendalian pada beberapa komoditas yang memiliki potensi kelangkaan. Kendati demikian, ia tidak menampik jika permintaan akan tetap tinggi.

“Beberapa yang punya potensi-potensi yang bikin inflasi apa. Minyak goreng pasti, ada pajak, kedelai. Jadi beberapa yang punya potensi, ini mesti kita kendalikan sejak sekarang. Pasti permintaan di bulan Ramadan akan tinggi,” kata Ganjar, sapaan akrabnya.

Sejauh ini, lanjut Ganjar, dari data stok pangan yang diterima, ketersediaan pangan di Jateng dalam kondisi aman. Namun untuk soal harga, masih fluktuatif.

“Artinya, dari sisi stok aman, dari sisi harga yang masih fluktuatif,” lanjut dia.

Terpisah, Wakil Pemimpin Wilayah Perum Bulog Kanwil Jateng, Muhson Chudlori mengatakan, stok pangan di Jateng memang dalam kondisi aman jelang Ramadan.

“Kebutuhan pokok masyarakat di bulan Ramadan dan Lebaran sebenarnya cukup. Dan bulog akan hadir ketika masyarakat membutuhkan itu,” kata Muhson.

Muhson membeberkan, untuk stok pangan yang ada di gudang Bulog hingga saat ini, dalam kondisi aman. Yaitu komoditas minyak goreng dengan stok yang ada 50 ribu liter.

“Itu (minyak goreng) akan bertambah seiring dengan kebutuhan yang ada. Jadi masyarakat tidak perlu khawatir,” jelas dia.

Stok minyak goreng itu, lanjut Muhson, akan terus bertambah sesuai dengan kebutuhan pasar. Pihaknya akan terus melakukan pengadaan demi memenuhi kebutuhan.

“Pemerintah hadir dengan ketersediaan minyak goreng. Masyarakat enggak usah khawatir,” lanjut dia.

Lebih rinci, stok beras saat ini sebanyak 29 ribu ton. Jumlah itu terus bertambah seiring dengan memasuki masa panen.  Stok pangan lain adalah tepung terigu sekitar 7 ton. Tepung terigu itu juga akan disebar ke seluruh kantor wilayah Bulog yang membutuhkan.


Tidak hanya itu, stok gula sampai saat ini terdapat 140 ton dan akan bertambah mendekati atau memasuki Ramadan hingga 300 ton lagi. Sedangkan stok daging kerbau saat ini ada sekitar 22 ton. Ketersediaan daging kerbau akan bertambah lagi 40 ton.

Sementara soal harga yang sesuai dengan kebijakan, yaitu harga daging sampai di tingkat konsumen Rp 78 ribu per kg. Minyak goreng yang ada di Bulog yakni kemasan bantal dan pouch berdiri dengan harga sampai di konsumen Rp 23 ribu per liter sampai konsumen. Sedangkan harga gula Rp 13.500 per kg, serta harga tepung terigu sampai konsumen Rp 8.400 per kg.

“Harga itu sesuai dengan ketetapan direksi yang masih berlaku. Masyarakat bisa mendapatkan harga yang terjangkau. Kita juga menyediakan ketersediaan barangnya dan keterjangkauan harganya,” tutup dia. (Wan/JT02)