JawaTengah.Online -– Jajanan kekinian, Corndog yang sedang viral pada beberapa tahun terakhir ini membuat para pelaku Usaha Kecil Menengah (UKM) memanfaatkan peluang usaha camilan itu. Salah satunya Shabilla, mahasiswi perguruan tinggi swasta ternama di Kota Semarang itu sukses membuka lapak Corndogcubill.


Shabil, sapaan akrabnya, mengatakan jika berjualan Corndog bisa menghasilkan keuntungan yang sangat menjanjikan. Sebab, camilan yang dikenal di Korea Selatan dan Indonesia ini banyak diburu oleh kalangan muda dengan bentuk yang unik serta rasanya yang enak. 

“Pembuatan dan bahan bakunya juga mudah dicari dan mudah. Jadi menguntungkan. Dari situ, saya belajar dari YouTube dan buku masakan. Tak hanya itu, untungnya pun penjualan juga cukup banyak. Sekitar 5-18 ribu, ” kata Shabil, saat ditemui di lapaknya, Rabu (16/2/2022).

Diketahui, bukan tanpa alasan Shabila memberi nama lapak tersebut dengan nama Corndogcubill. Pasalnya, nama itu memiliki keterikatan dengan masa lalunya.

“Nama saya kan Shabilla,  tapi panggilan nenek saya Cubilla atau cucu Billa. Jadi saya namain Corndogcubill agar selalu ingat dengan almarhum nenek saya,”ujarnya. 

Tak hanya itu saja, kelebihan Corndog miliknya menyajikan berbagai varian yang membuat para pembeli tertarik untuk menikmati camilan tersebut. Kali pertama mencoba, rasa gurih dan lelehan mozerala terasa membanjiri lidah. Jika menghendaki rasa pedas, hanya ditambahkan saos saja. 

“Harga kan juga sangat terjangkau, biasanya di luaran sana harga termurah merogoh kocek 25 ribu, tapi Corndogcubill hanya menawarkan harga 5 ribu sampai 18 ribu. Kelebihan lainnya, corndognya ada varian biskuit beng-beng dengan cokelat manis di atasnya. Biasanya di luar sana Corndog hanya diisi mozarella dan sosis saja. Varian itu buat berbeda lainnya dengan harga 8 ribu saja, ” jelas dia. 

Meski demikian, Shabil menerangkan, usahanya setiap hari Jumat memiliki pemasaran menarik dengan program diskon dan pembelian satu gratis satu. Namun, pembelian tersebut hanya berlaku di area Semarang saja.

Saat ditanya terkait omzet penjulan Corndog miliknya, Shabil menanggapi bahwa dirinya sebulan mampu meraih jutaan rupiah dari hasil keuntungan penjualannya.

“Sebelum masuk kuliah, saya setiap hari berjualan, omzet sebulannya mampu 2 juta dari keuntungannya. Kalau sekarang sudah masuk kuliah, saya jualan hanya seminggu sekali, jadi untungnya ya sekitar 800 ribu, ” tutup dia. (Wan/JT02)