JawaTengah.Online — Ketua Harian Serikat Perusahaan Pers (SPS), Januar Primadi Ruswita mengatakan, media cetak masih menjadi rujukan terakhir untuk mendapatkan akurasi informasi.
Karena itu pemerintah harus memberi proteksi dan insentif pada media cetak, misalnya dengan keringanan pajak kertas yang langsung diberikan pada penerbit. Brand media cetak bisa menjadi modal penting dalam transformasi ke media digital, karena berkaitan dengan trust publik. Nama besar media cetak menjadi jaminan kredibilitas infomasi yang disampaikan. Misi SPS mengusahakan pers yang sehat dan jurnalistik yang baik.
Dalam wawancara di kanal Inspirasi Untuk Bangsa, Januar mengungkapkan, dulu media cetak itu lebih cenderung membahas tentang sirkulasi dan periklanan / promosi saja seperti contohnya penyelenggaraan event. Tapi ketika Januar menjabat sebagai direktur bisnis, ia diberi mandat untuk menjajaki ke dunia digital karena di situ terdapat potensi yang dirasa bisa dikembangkan oleh Januar dan tim.
Sementara menurut Januar, puncak / klimaks dari kejayaan media cetak itu terjadi pada tahun 2011. Setelah itu mulai dari 2013,15,17 sampai 2019 gaungnya mulai menurun bahkan sampai sekarang. Hal itu disebabkan oleh beberapa faktor, misalnya terdistrupsi oleh inovasi digital hingga pandemi di tahun 2020 s/d sekarang ini. Sebaliknya media digital malah merangkak naik penggunaanya.
“Ya jadi begitu media cetak menurun karena faktor tadi, tapi malah media digitalnya mulai naik, 10 thn terakhir ini inovasi digital sangat luar biasa. Sampai semua sektor kehidupan itu pasti ada hal digitalnya, ga mungkin gak ada,” ujar Januar.
Peralihan
Januar juga menyampaikan, peran media digital sedikit banyak sudah menggantikan media cetak walaupun masih belum total, bisa dikatakan cukup seimbang antara kedua media tersebut. Jadi momentum inilah yang dimanfaatkan Januar untuk men-direct langsung dan mendorong penjualan iklan-iklanya dengan melalui platform digital.
Nantinya, Januar akan menyediakan sarana dan prasarana, infrastruktur pendukung, tinggal nanti mereka yang ingin bergabung dengan sub domainnya hanya berfikir bagaimana membuat dan mengkreasikan konten saja. Tidak hanya menjangkau lingkungan sekitar saja tapi ditargetkan hingga ke seluruh Indonesia.
“Kita mencoba targetkan ke seluruh Indonesia. Siapa yang bersedia ingin bergabung,kita akan verifikasi dan mengecek semuanya, setelah itu yang lolos akan menjadi sub domain kita,” terangnya. (Riski/JT02)
Selengkapnya bisa ditonton di video berikut
