JawaTengah.Online — Dirut BPJS Kesehatan, Prof. dr. Ali Ghufron Mukti, MSc, PhD, mengatakan fungsi media sangat strategis dalam mensukseskan pembangunan. Antara lain untuk mendidik atau literasi di bidang kesehatan. Semua media baik cetak, penyiaran, maupun digital bisa membantu program pemerintah. Media juga sangat membantu sukseskan program Jaminan Kesehatan Nasional dan Kartu Indonesia Sehat.

Dalam wawancara di kanal Inspirasi untuk Bangsa, Prof Ghufron bercerita, terobosan yang dibuat oleh BPJS Kesehatan sedikit banyak bergantung pada media yang digunakan untuk menyampaikan ke masyarakat, entah itu media mainstream, online / medsos ketiganya mempunyai pasar sendiri-sendiri dan potensi masing-masing yang efektif untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat.  

“Salah satu contohnya dalam program kami yaitu JKN KIS, sekarang ini masyarakat tidak perlu menunggu 5 – 6 jam antrean lagi pak. Jadi dari rumah itu mereka sudah tau kira-kira pelayanan diberikan jam berapa , dan no urutnya berapa. Sehingga ke 3 jenis media tadi itu sangat penting sekali menyampaikan informasi ini, ” ujarnya dengan semangat.

Cerdas Bermedsos

Prof Ghufron juga mengatakan, menggunakan media harus berimbang dan berhati-hati juga harus bisa mengendalikan (mengontrol). Karena semua target penggunaan beda-beda. Contohnya penggunaan medsos harus lebih fresh, simpel dan tidak perlu panjang lebar yang penting pesan yang ingin disampaikan itu sampai. Karena saat ini penggunanya banyak didominasi anak muda yang dinamis, maka harus didukung dengan cara dan konten yang kekinian.

Penggunaan media punj juga harus tepat sasaran, karena pemangku kepentingan di BPJS Kesehatan cukup banyak mulai dari pembuat kebijakan sampai dengan asosiasi penyelenggara kesehatan seperti puskesmas, klinik, rumah sakit dan pemangku yang utama yaitu masyarakat (ASN, Sipil, Pelajar dsb). Jadi harus tepat kepada siapa dan media apa yang harus digunakan.

“Nah media kan sekarang ini masuk di era digitalisasi yang dimana arus informasi itu bergerak sangat dinamis dan sangat cepat, jadi hanya dalam hitungan detik aja, itu peristiwa tertentu sudah bisa viral, berlomba-lomba mengangkatnya dsb. Jadi kita harus bisa memahami diinamika yang terjadi di media ini.” pungkasnya.

Selengkapnya bisa ditonton di video MEDIA HARUS MENDIDIK (Indonesia 2022 Membangun Harapan – 25) – YouTube