JawaTengah.Online– Masyarakat Kecamatan Grabag sambat (mengeluh) kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng saat mendapat kesempatan berdialog secara langsung dalam acara dialog Gubernur dengan Bupati atau Walikota wilayah Purwomanggung dan Subosukawonosraten, Kamis (21/4/2022). Mereka sambat bagaimana kondisi perekonomian dan upaya membangkitkan ekonomi masyarakat setelah dua tahun digempur gelombang Covid-19.

Pemilik usaha batik warna alam Eyang Mas Ayu di Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Tri Hapsari mengaku selama pandemi pendapatannya menurun drastis. Meskipun sudah mengikuti pelatihan pemasaran tetapi penjualan belum terdongkrak secara signifikan.

“Saya mewakili UMKM di Kecamatan Grabag. Saya memohon bantuan agar bisa memasarkan batik saya dan mengimbau ASN atau aparat pemerintahan bisa mengenakan batik lokal produksi kami. Soalnya selama pandemi pemasukan turun drastis bahkan sampai nol,” keluh Tri Hapsari kepada Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo.

Mendengar keluh kesah dari Tri Hapsari itu, Ganjar kemudian meminta agar mengirimkan beberapa produk unggulan dari batik Eyang Mas Ayu. Ganjar bermaksud membeli dan membantu memasarkan batik tersebut. Ia juga memberikan masukan agar Hapsari lebih kreatif dalam membuat dan menjual produknya.

“Menurutmu batiknya bagus tidak, mahal tidak harganya? Ya sudah, besok kirim ke rumah saya lima produk batik yang paling bagus. Nanti saya beli dan bantu promo. Jangan jual kain saja, buat tas dan pernik lain yang menarik,” kata Ganjar.

Keluhan lain datang dari Camat Grabag, Sri Utari, dan Kepala Desa Sidogede, Adit. Sri Utari menyampaikan, untuk meningkatkan perekonomian di Grabag ia lebih memprioritaskan pada usaha kelompok. Namun selama ini bantuan untuk usaha kelompok masih belum merata di seluruh desa yang ada di kecamatan tersebut.

“Prioritas agar ekonomi berkembang itu ya usaha kelompok, Pak. Kemarin ada bantuan dari Gubernur dan Bupati, sayangnya yang dibantu hanya sedikit, belum merata. KUR juga tidak terlalu mudah,” katanya kepada Ganjar.

Sementara Kades Sidogede, Adit, meminta kepada Ganjar Pranowo agar menambah program RTLH di desa. Sebab dari pengalamannya, program RTLH dari desa belum bisa mencukupi sehingga dibutuhkan stimulan untuk mengentaskan kemiskinan. Terkait pertumbuhan ekonomi desa, Adit meminta agar pendampingan BUMDES diintensifkan lagi.

Ganjar Pranowo kemudian menanggapi berbagai persoalan yang disampaikan oleh perwakilan masyarakat itu. Pertama untuk KUR, Ganjar siap memberikan kemudahan bagi pemilik usaha. Salah satu syaratnya Ganjar meminta Camat Grabag untuk memberikan data terkini mengenai unit usaha yang ada di sana. 

“Saya buat mudah sekarang. Penting masyarakat siap tidak? Kalau iya, kita turunkan tim untuk assessment. Kalau mau usaha dan bisa berkembang itu tidak minta tapi pinjam. Tapi kalau yang tidak bisa apa-apa akan kita bantu karena ada CSR dan BAZNAS juga. Sekarang kumpulkan data kelompok usaha, pekan depan kami turunkan tim ke sana,” tegas Ganjar.

Tim assessment itu juga berlaku pada pengembangan BUMDES di Kecamatan Grabag. Maka data dan berbagai persoalan diminta agar segera diserahkan ke dinas terkait sehingga bisa cepat diambil tindakan.

“Dari assessment itu nanti kita petakan. Mana yang butuh modal, mana yang butuh pelatihan. Semua akan kami siapkan,” tutup Ganjar. (Wan/JT02)